Berita

AS menuding Rusia menjadi dalang di balik kampanye spionase besar-besaran yang disebut dengan cyber SolarWinds/Net

Dunia

Departemen Kehakiman AS: Rusia Retas Kantor Kejaksaan Federal

SABTU, 31 JULI 2021 | 19:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Peretas Rusia dituding menjadi dalang di balik kampanye spionase besar-besaran yang disebut dengan cyber SolarWinds . Para peretas tersebut masuk ke akun email beberapa kantor kejaksaan federal paling terkemuka di seluruh Amerika Serikat pada tahun lalu.

Tudingan itu dilontarkan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat melalui sebuah pernyataan pada Jumat (30/7). Mereka mangatakan bahwa 80 persen dari akun email Microsoft yang digunakan oleh karyawan di empat kantor pengacara Amerika Serikat di New York telah diretas.

Selain itu, Departemen Kehakiman juga mengatakan 27 kantor Kejaksaan Amerika Serikat memiliki setidaknya satu akun email karyawan yang dikompromikan selama kampanye peretasan.


Departemen Kehakiman Amerika Serikat yakin, akun-akun tersebut telah disusupi antara tanggal 7 Mei hingga 27 Desember 2020.

Pada jangka waktu itu juga lah kampanye SolarWinds terjadi di mana para peretas menyusup ke puluhan perusahaan sektor swasta dan think tank serta di setidaknya sembilan lembaga pemerintah di negeri Paman Sam. Kasus ini pertama kali ditemukan dan dipublikasikan pada pertengahan Desember tahun lalu.

Menindaklajuti hal tersebut, pemerintah Presiden Amerika Serikat Joe Biden pun mengumumkan sanksi pada April lalu. Termasuk di dalam sanksi itu adalah pengusiran diplomat Rusia, sebagai tanggapan atas peretasan SolarWinds dan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2020.

Di sisi lain, Rusia membantah melakukan kesalahan sebagaimana yang dituduhkan Amerika Serikat.

Sementara itu, seorang dosen di Columbia Law School Jennifer Rodgers, mengatakan email kantor sering berisi segala macam informasi sensitif, termasuk diskusi strategi kasus dan nama-nama informan rahasia, ketika dia menjadi jaksa federal di New York.

“Saya tidak ingat pernah meminta seseorang membawakan saya dokumen alih-alih mengirimkannya melalui email kepada saya karena masalah keamanan,” katanya, mencatat pengecualian untuk materi rahasia.

Sedangkan Kantor Administrasi Pengadilan Amerika Serikat mengkonfirmasi pada bulan Januari lalu bahwa email mereka juga disusupi dan memberikan peretas SolarWinds titik masuk lain untuk mencuri informasi rahasia seperti rahasia dagang, target spionase, laporan pelapor, dan surat perintah penangkapan.

Sederet kantor kejaksaan yang disusupi dalam hal ini antara lain adalah Los Angeles, Miami, Washington dan Distrik Timur Virginia. Selain itu juga Distrik Selatan dan Timur New York, di mana sejumlah besar staf disusupi emailnya.

“New York adalah pusat keuangan dunia dan distrik-distrik itu sangat terkenal untuk menyelidiki dan menuntut kejahatan kerah putih dan kasus-kasus lain, termasuk menyelidiki orang-orang yang dekat dengan mantan presiden,” kata seorang profesor di Fordham Law School dan mantan jaksa di Distrik Selatan Bruce Green, seperti dimuat Associated Press.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya