Berita

Karikatur unggahan media sosial Wamendes, Budi Arie Setiadi/Repro

Politik

Tak Terima Difitnah, Demokrat Jabar Adukan Wamendes PDTT Ke Polisi

SABTU, 31 JULI 2021 | 00:52 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Unggahan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi, di media sosial akhirnya berujung pengaduan ke Polda Jabar.

Adalah DPD Partai Demokrat Jabar yang mengadukan Wamendes PDTT berdasarkan dugaan penyebaran kabar bohong (hoax) dan fitnah yang dapat menimbulkan kebencian kepada Partai Demokrat termasuk mahasiswa.

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Asep Wahyuwijaya mengatakan, pihaknya telah mengadukan dengan bukti tangkapan layar dari akun Facebook Budi Arie Setiadi. Unggahan karikatur tersebut dinilai memuat berita bohong dan fitnah.


"Postingan yang diunggah pada 24 Juli 2021 pukul 11.53 WIB tersebut membuat kesan seolah-olah Partai Demokrat menjadi dalang demo mahasiswa yang tidak terjadi," ujar Asep, Jumat (30/7), dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Asep menilai unggahan tersebut tidak pantas dilakukan seorang pejabat publik. Oleh karena itu, pihaknya meminta Wamendes PDTT mengklarifikasinya kepada Partai Demokrat.

"Sebagai pejabat publik, Wamendes Budi Arie Setiadi seharusnya dapat mengklarifikasi kepada kader Partai Demokrat secara langsung sebelum melakukan memuat konten fitnah dan mencemarkan nama baik ini," ucapnya.

Menurutnya, Budi Arie Setiadi telah melanggar UU no 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana pasal 14 dan 15 dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun.

Kemudian, UU no 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 27, 28 dan pasal 45 dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun dan atau denda Rp 750 juta.

"Sejauh ini Wamendes Budi Arie Setiadi masih tidak menghapus posting fitnah tersebut dan menolak menjelaskan mengapa ia justru menyebarluaskan fitnah," tuturnya.

Lebih jauh ia mengatakan, lingkup tupoksi Budi Arie Setiadi sebagai Wamendes PDTT masih menyisakan pekerja rumah yang belum selesai. Sebab, kondisi pandemi Covid-19 telah menyebar luas di pedesaan dan merenggut banyak nyawa, angka putus sekolah siswa di desa meningkat karena tidak mampu mengikuti pembelajaran jarak jauh, dan ekonomi pedesaan anjlok sejak awal pandemi Covid-19.

Budi Arie Setiadi mengunggah karikatur bergambar telapak tangan dengan jari-jari yang diisi oleh boneka yang menggambarkan sejumlah sosok. Pada ibu jari terdapat sosok berjas yang berkepala kursi, lalu jari telunjuk diisi sosok berjas seperti tikus sembari memegang segepok uang.

Sementara itu, di jari tengah terlihat sosok mengenakan baju biru, di jari manis terlihat sosok mengenakan baju merah, dan keduanya sedang berkelahi. Lalu di jari kelingking terlihat sosok berpakaian lusuh sambil membawa piring selayaknya pengemis.

Akan tetapi yang membuat karikatur tersebut terlihat mencolok yakni ada tulisan "DE-MO-K-RA-T". Selanjutnya, karikatur tersebut diberi judul 'Pakai Tangan Adik-Adik Mahasiswa Lagi Untuk Kepentingan Syahwat Berkuasanya' dan dilengkapi tagar #BONGKARBIANGRUSUH.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya