Berita

Anggota Komisi I DPR RI farksi Partai Demokrat, Anton Sukartono Suratto/Net

Politik

Label Zona Merah Covid-19 Ganggu Urusan Politik Luar Negeri RI, Politisi Demokrat: Kemenlu Harus Perkuat Diplomasi

JUMAT, 30 JULI 2021 | 13:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kondisi pandemi Covid-19 yang masih melonjak cukup tinggi menjadi sorotan internasional.

Bahkan, Indonesia dicap sebagai negara dengan tingkat penularan tinggi (zona merah) oleh sejumlah negara seperti Hongkong, Arab Saudi, Taiwan hingga Uni Eropa.

Beberapa negara tersebut sudah tegas melarang warganya untuk pelesiran ke Indonesia, termasuk tidak menerima orang yang datang dari Indonesia ke negaranya.


Sikap beberapa negara tetangga tersebut direspon oleh Anggota Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto yang menilai pertimbangan negara-negara tersebut berimplikasi pada banyaknya urusan eksternal dalam negeri.

Sebagai satu contoh, Anton menyebutkan syarat ketat yang diterapkan Arab Saudi terhadap jamaah umroh asal Indonesia tentu menghambat pemenuhan hak warga negara yang sudah terdaftar untuk pergi beribadah ke Tanah Suci Mekah.

Selain itu, ia juga melihat potensi menurunnya beragam bentuk investasi dari luar ke dalam negeri, karena citra Indonesia di dalam hal penanganan Covid-19 sudah terlanjur buruk.

"Tentu saja kebijakan negara-negara tersebut merupakan hak mereka sebagai negara yang berdaulat. Tidak ada satu pun entitas di dunia ini yang bisa mengintervensi kebijakan tersebut," kata Anton dalam keterangannya, Jumat (30/7).

Anton menegaskan, kunci utama memperbaiki citra Indonesia di mata internasional yaitu ada pada perbaikan kebijakan pengelolaan pandemi Covid-19 secara domestik.

Namun demikian, politikus Demokrat ini juga mengingatkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk tidak hanya berpangku tangan melihat Indonesia menjadi bulan-bulanan daftar merah dunia internasional.

"Yang bisa dilakukan Kemenlu adalah memperkuat otot diplomasi," imbuhnya.

Anton menambahkan, seluruh sumber daya diplomatik yang dimiliki Indonesia yang sudah ditugaskan di berbagai penjuru dunia harus memiliki visi perbaikan citra Indonesia di tengah permasalahan pandemi.

Selain itu, perwakilan Indonesia di berbagai forum internasional juga harus memperbaiki strategi komunikasinya agar kepentingan Indonesia bisa disuarakan di platform global tersebut.

"Dengan begitu, diharapkan kepentingan Indonesia bisa diraih melalui jalur eksternal sehingga upaya penanganan pandemi di dalam negeri bisa dibantu," demikian Anton.

Hingga Kamis kemarin (29/7) angka kasus positif di Indonesia sudah menyentuh angka 3.331.206 orang, setelah terjadi penambahan sebanyak 43.479 orang.

Sementara, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh kemarin bertambah 45.479 orang, sehingga totalnya sudah sebanyak 2.686.170 orang atau sekitar 80,2 persen dari total kasus positif.

Untuk kasus meninggal, masih terjad kenaikan hingga kemarin sebanyak 1.893. Jika dilihat dari totalnya, orang yang terinfeksi Covid-19 dan meninggal dunia sudah tembus ke angak 90.552.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya