Berita

Perdana Menteri Samoa, Fiame Naomi Mataafa/Net

Dunia

Sadar dengan Jebakan Utang China, Pemerintahan Baru Samoa Urungkan Proyek BRI

JUMAT, 30 JULI 2021 | 10:01 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintahan baru Samoa tampaknya sudah dibuat khawatir dengan jebakan loan-to-own dan dampak dari proyek Belt and Road Initiatives (BRI) China.

Akibatnya, Fiame Naomi Mataafa, perdana menteri wanita pertama yang baru diangkat di Samoa, mengumumkan pihaknya akan mengevaluasi sejumlah proyek infrastruktur yang didanai oleh China. Salah satu proyek itu adalah pelabuhan di Teluk Vaiusu.

Setelah memenangkan pemilu, Mataafa telah berkomitmen untuk membatalkan proyek bernilai 100 juta dolar AS tersebut, dan menyebutnya sebagai beban negara.


Mataafa mengatakan, Samoa memiliki kebutuhan yang lebih mendesak daripada membuat pelabuhan dan akhirnya meningkatkan "utang tidak perlu" ke China.

"Samoa adalah negara kecil. Pelabuhan laut dan bandara kami memenuhi kebutuhan kami. Sangat sulit membayangkan bahwa kami membutuhkan skala yang diusulkan di bawah proyek khusus ini ketika ada proyek dengan skala mendesak diprioritaskan pemerintah," ujar Fiame, seperti dikutip Reuters.

Selain tidak memberikan banyak manfaat, proyek tersebut juga mengancam keseimbangan di Pasifik antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Pemerintahan Baru Mengakhiri Pengaruh China

Samoa dikenal memiliki hubungan dekat dengan China. Selama kurang lebih empat dekade terakhir, pinjaman China ke Samoa tumbuh secara signifikan.

China adalah kreditur tunggal terbesar di Samoa yang berpenduduk 200 ribu orang. Beijing berkontribusi sekitar 40 persen, atau sekitar 160 juta dolar AS dari utang luar negeri Samoa.

Dari 2010 hingga 2018, China sudah memberikan pinjaman sebesar 285 juta dolar AS ke Samoa, dengan tambahan 152 juta dolar AS dalam bentuk hibah.

Semua upaya tersebut dilakukan China untuk "membeli pengaruh dan sekutu" di Pasifik, termasuk melalui BRI. China menawarkan diri untuk mendukung proyek pembangunan perlabuhan besar di Teluk Vaiusu.

Dalam perubahan pemerintahan tampaknya akan "me-reset" hubungan Samoa dan China. Partai Mataafa Faatuatua i le Atua Samoa ua Tasi (FAST) yang baru-baru ini dibentuk memenangkan pemilu pada April.

Kemenangan FAST muncul ketika pengaruh China menjadi topik yang diperdebatkan dengan hangat selama kampanye pemilihan, dengan banyak yang menyatakan keprihatinan tentang kehadiran Beijing di sana.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya