Berita

Inggris mengalami kenaikan suhu akibat perubahan iklim/Net

Dunia

Perubahan Iklim, Suhu Musim Panas di Inggris Bisa Capai 40 Derajat Celcius

JUMAT, 30 JULI 2021 | 06:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dampak perubahan iklim sudah dan akan sangat terasa di Inggris. Kenaikan suhu membuat Inggris menjadi lebih basah dan lebih panas.

Sebuah laporan tahunan "State of the UK Climate" yang diterbitkan International Journal of Climatology pada Kamis (29/7) mengungkap bahwa Inggris mengalami 10 tahun terpanas dalam lebih dari satu abad, terjadi sejak 2002.

Para ahli mencatat, tahun 2020 merupakan tahun terbasah ke-5 dan terpanas ke-3 yang pernah terjadi di Inggris sejak abad ke-19.


Laporan yang dikutip AFP itu menyebut, suhu musim dingin rata-rata tahun lalu di Inggris mencapai 5,3 derajat Celcius atau 1,6 derajat Celcius lebih tinggi dari rata-rata 1981 hingga 2010.

Sementara itu, suhu musim panas mencapai 0,4 derajat di atas rata-rata pada 14,8 derajat Celcius. Suhu tertinggi mencapai 34 derajat Celcius selama enam hari berturut-turut pada Agustus 2020.

Dalam laporan itu para ahli memperkirakan, suhu musim panas di Inggris kemungkinan dapat mencapai 40 derajat Celcius untuk beberapa tahun ke depan. Bahkan itu dapat terjadi meski dunia berhasil membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri.

Data dari Cambridge menyebut, suhu tertinggi yang pernah tercatat di Inggris adalah 38,7 derajat Celcius pada Juli 2019.

Kepala eksekutif Royal Meteorological Society Liz Bentley, mengatakan dunia sudah melihat panas yang ekstrem sebagai akibat dari pemanasan 1,1 hingga 1,2 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri.

“Saat kita mencapai 1,5 derajat Celcius pemanasan global, itu tidak hanya menjadi sesuatu yang kita lihat sekali atau dua kali, itu akan mulai menjadi sesuatu yang kita lihat secara lebih teratur," ujarnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya