Berita

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa/Net

Politik

Jatim jadi Provinsi Layak Anak, Khofifah: Anak adalah Investasi dan Pewaris Bangsa

JUMAT, 30 JULI 2021 | 02:54 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Jawa Timur resmi menyandang Provinsi Layak Anak (Provila) 2021 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Status tersebut diberikan menyusul keberhasilan Pemprov Jatim mendorong semua kabupaten/kota di Provinsi Jatim meraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA)

Menurut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, capaian tersebut tidak didapat dengan mudah karena harus memenuhi hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan anak, kesehatan dasar dan kesejahteraan anak, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, dan perlindungan khusus.


“Untuk mencapai lima klaster tersebut, butuh kerja sama dan koordinasi lintas sektor. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” kata Khofifah diberitakan Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (29/7).

Setiap anak perlu mendapat kesempatan yang luas untuk hidup, tumbuh dan berkembang sesuai harkat dan martabat kemanusiaan. Oleh karena itu, Khofifah mengingatkan semua kepala daerah di Jatim untuk melibatkan anak dalam pembangunan dan menjadikan anak sebagai subyek, bukan obyek.

“Saya mengajak para kepala daerah memastikan predikat ini terimplementasi dengan baik di lapangan. Bagaimana pun, tumbuh kembang anak adalah investasi jangka panjang karena mereka pewaris negara ini,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap tidak ada kasus kekerasan, perundungan, eksploitasi, atau penelantaran anak. Anak-anak di Jatim diharapkan benar-benar bisa merasakan kesejahteraan.

Saat ini, Pemprov Jatim tengah menggencarkan vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak. Langkah ini menjadi upaya massif memberikan perlindungan kepada anak-anak dari risiko terpapar Covid-19.

“Umumnya mereka tertular dalam klaster keluarga. Vaksinasi ini tidak hanya melindungi anak dari infeksi virus corona, melainkan juga penting untuk mencegah anak-anak menularkannya kepada orang dewasa yang rentan," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya