Berita

Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Hikmahanto Juwana dalam pertemuan PSAPI pada Kamis, 29 Juli 2021/RMOL

Dunia

Hikmahanto Juwana: Indonesia Perlu Kepercayaan Internasional untuk Ambil Alih FIR dari Singapura

KAMIS, 29 JULI 2021 | 22:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Komitmen Presiden Joko Widodo untuk mengambil alih Flight Information Region Kepulauan Riau-Natuna dari Singapura terus molor.

Pada masa pemerintahannya, Jokowi berkomitmen untuk mengambil alih FIR dari Singapura dalam kurun waktu tiga tahun, dengan tenggat waktu 2017, kemudian diulur menjadi 2019.

Namun sejak pandemi Covid-19 muncul, hingga saat ini belum ada keputusan lebih lanjut terkait pengambilalihan FIR.


Gurubesar hukum internasional Hikmahanto Juwana sendiri mengatakan, pemerintah perlu menyiapkan blueprint atau cetak biru dalam proses pengambilalihan FIR dari Singapura.

"Pertanyaannya adalah, apakah pemerintah sudah punya bluprint atau belum? Memang satu sisi ada kedaulatan, di sisi lain keamanan. Ini bagaimana kita harus mengkompromikannya," ujar rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) ini dalam pertemuan bulanan Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI) secara virtual pada Kamis (29/7).

Jika merujuk pada negosiasi yang telah dilakukan, Hikmahanto menyebut, Indonesia kekurangan kepercayaan internasional untuk mengelola FIR. Untuk itu, perlu ada sebuah pengaturan untuk mengatasi hal ini.

"Apakah mungkin para operator yang berkaitan dengan Airnav ini magang di Singapura... Kalau perlu, operator Singapura di-hire," sarannya.

Hikmahanto sendiri menilai, kepercayaan internasional sangat penting karena dapat berimbas pada salah satu rute penerbangan tersibuk.

"Jangan sampai trust tidak ada, seolah-olah itu end of the day bagi penerbangan internasional yang sangat sibuk di Singapura. Ini yang perlu kita pikirkan," jelasnya.

Setelah pengaturan-pengaturan tersebut disiapkan oleh pemerintah dalam cetak biru. Kemudian pemerintah dapat melakukan komunikasi dengan pihak Singapura.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya