Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga menjabat Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto/Repro

Ekbis

Jadi Basis Pemulihan Ekonomi, Kaum Petani Apresiasi Airlangga Hartarto Berhasil Dalam Program KUR

SELASA, 27 JULI 2021 | 15:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Petani yang digulirkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, nyata dirasakan kaum petani.

Petani Muda Kabupaten Cirebon, Firmansyah, mengapresiasi Airlangga yang sudah memberikan stimulus ekonomi kepada kaum petani Indonesia di masa pandemi Covid-19 yang belum juga berkesudahan.

Relawan Let's Go AH24hours ini menyatakan, program KUR Petani yang dibuat Airlangga sekarang ini telah banyak membawa perubahan kesejahteraan petani.

"Sekarang petani, seperti saya ini tidak lagi meminjam dana ke rentenir dengan bunga yang mencekik, sebab sekarang pinjaman KUR sangat mudah dan tidak perlu jaminan," papar Firman kepada redaksi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (27/7).

"Kepedulian Pemerintah pada kaum Petani memang tidak diragukan hasilnya saat pandemi Covid-19, usaha kami justru bertumbuh akibat adanya KUR Petani," sambungnya.

Bahkan menurutnya, penjelasan Airlangga yang juga memegang amanah sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan ekonomi Nasional (KPCPEN), sangat relevan dengan potensi ekonomi Indonesia.

"Kaum tani adalah penyelamat ekonomi Indonesia (kata Airlangga). Kami sangat bangga pengakuan itu," ungkap Firman.

Dukungan pemerintah terhadap akses pembiayaan UMKM lainnya juga terlihat dari sejumlah program seperti Ultra Mikro (UMi) dan LPDB (Dana Bergulir) yang jika sudah naik kelas akan diarahkan ke KUR.

Penyaluran KUR pada sektor pertanian secara khusus juga mengalami peningkatan yang signifikan, dengan pertumbuhan selama 2021 sebesar 29,8 persen dengan total penyaluran sebesar Rp 42,7 triliun.

Porsi penyaluran KUR sektor pertanian juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tercatat pada 2019 porsi KUR Pertanian sebesar 26 persen, dan mengalami peningkatan masing-masing menjadi 29 persen dan 29,8 persen pada 2020 dan 2021.

Total akumulasi penyaluran KUR di sektor pertanian sejak awal 2021 hingga 25 Juli 2021 bahkan mencapai Rp 41,89 triliun, yang didominasi oleh subsektor perkebunan kelapa sawit sebesar Rp 9,5 triliun, subsektor pertanian padi sebesar Rp 7,8 triliun dan subsektor perkebunan tanaman lainnya dan kehutanan sebesar Rp 5,5 triliun.

"Pemerintah terus mendorong porsi penyaluran KUR sektor pertanian dengan memberikan tambahan subsidi bunga sebesar 3 persen untuk 2021, meningkatkan KUR tanpa agunan tambahan dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta," ujar Menko Perekonomian Airlangga HArtarto dalam keterangan tertulis Selasa (27/7).

Selain itu, mantan Menteri Perindustrian ini juga menyebutkan kontribusi lainnya yang digelontorkan pemerintah. Yaitu berupa pemberian fasilitas KUR khusus untuk kelompok komoditas pertanian dan komoditas produktif lain, serta dengan memberikan relaksasi ketentuan KUR berupa penundaan pembayaran pokok, perpanjangan jangka waktu dan penambahan limit KUR.

Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan peningkatan pembiayaan sektor pertanian dengan mendorong sinergi stakeholders.

Antara lain dengan mendorong bank atau lembaga penyalur untuk meningkatkan penyaluran KUR khusus untuk kelompok atau klaster komoditas pertanian dengan pola kemitraan dengan perusahaan besar sebagai off-taker dan Bapak Angkat.

Yang tak kalah penting, Airlangga juga memastikan upaya pemerintah dalam mendorong percepatan implementasi model bisnis One Village One Product (OVOP) dan One Pesantren One Product (OPOP) melalui pola klaster dengan pembiayaan KUR, serta korporatisasi pertanian dengan pembiayaan murah dengan KUR khusus kelompok atau klaster pertanian.

"Pelaksanaan di lapangan juga harus sesuai dengan ketentuan KUR yaitu mudah, sederhana dan tidak ada syarat tambahan yang menghambat untuk mendapatkan KUR," tutup Airlangga.

Dalam jumpa pers Senin kemarin, (26/7), Airlangga memaparkan peningkatan demand KUR yang signifikan disebabkan pulihnya perekonomian RI dan juga karena suku bunga KUR yang rendah, yaitu hanya 3 persen.

"Pemerintah juga memberikan tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen," papar Airlangga.

Adapun, penyaluran KUR terbanyak berada di Pulau Jawa sebesar Rp 78,66 triliun, di mana penyaluran KUR tertinggi berada di Provinsi Jawa Tengah dengan total penyaluran sebesar Rp 25,5 triliun.

Airlangga mengutarakan, kebijjkan prioritas KUR tahun 2021 dimaksudkan untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan optimalisasi pelaksanaan KUR Super Mikro, pelaksanaan KUR untuk mendukung korporatisasi petani dan nelayan, KUR yang disalurkan kepada kelompok atau cluster dengan skema KUR khusus serta integrasi pembiayaan UMKM lainnya.

"Realisasi penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) mengalami peningkatan dari awal tahun hingga 25 Juli 2021 meningkat menjadi sebesar Rp143,14 triliun yang disalurkan kepada 3,87 juta debitur," ungkapnya.

Realisasi KUR ini mencapai 56,58 persen dari target 2021 yaitu sebesar Rp 253 triliun. Sehingga total outstanding KUR sejak Agustus 2015 adalah sebesar Rp 283 triliun dengan angka NPL yang relatif rendah sebesar 0,88 persen.

Adapun terkait penyaluran KUR selama 2021 berdasarkan jenis, rinciannya meliputi KUR Super Mikro sebesar 4,51 persen, KUR Mikro sebesar 60,92 persen, KUR Kecil sebesar 34,55 persen, dan KUR penempatan TKI sebesar 0,02 persen.

"Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penyaluran KUR pada 2021 telah mendekati pola normal sebelum pra-Covid dengan rata-rata penyaluran sebesar Rp21,84 triliun per bulan," tambah RFirman menutup.

Populer

Tak Disambut Pejabat AS, Natalius Pigai: Jokowi Datang Seperti Menteri yang Berwisata

Kamis, 12 Mei 2022 | 00:36

Serangan ke Anies Makin Gencar, Senator Jakarta: Tenggelamkan dengan Kabar Prestasi

Kamis, 12 Mei 2022 | 17:00

Rekayasa One Way Jalan Tol Jadi Bukti Infrastruktur Didesain Secara Ngawur

Minggu, 08 Mei 2022 | 07:55

Usai Makan Malam Bersama, AHY Pastikan Demokrat Tetap Dukung Edy Rahmayadi

Senin, 16 Mei 2022 | 09:38

Puji Pakaian Muslimah Iriana, Imam Shamsi Ali: Kira-kira yang Sering Nyinyiri Kerudung Ngomong Apa ya?

Senin, 16 Mei 2022 | 09:28

Soal Duet AH-AHY, Pengamat: Tidak Perlu Repot Cari Partai Lain Lagi

Minggu, 08 Mei 2022 | 12:25

Imran Khan: Menjatuhkan Nuklir ke Pakistan Akan Lebih Baik Daripada Menyerahkan Negara Ini Kepada Pencuri

Sabtu, 14 Mei 2022 | 18:58

UPDATE

Proyek Satelit Bakti Kominfo Rawan Penyimpangan, CBA Desak KPK Turun Tangan

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:32

Megawati Tak Hadiri Acara KPK, Wasekjen PDIP: Tak Selalu Harus Hadir, Ibu Menugaskan Saya

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:31

Biden: Supremasi Kulit Putih Sudah Meracuni Bangsa Amerika Serikat

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:24

Hanya 4 Ketum yang Hadir di Acara PCB KPK, 16 Parpol Lainnya Diwakilkan

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:11

Furqan AMC: Pembatalan Gorden Rumah Dinas DPR adalah Kemenangan Rakyat

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:06

New York Siaga Tinggi Covid, Warga Diminta Pakai Masker dan Hindari Kumpul-kumpul Tidak Penting

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:05

Rancangan PKPU Jadwal Belum Ditetapkan, Perludem Pertanyakan Kepastian Penyelenggaraan Pemilu

Rabu, 18 Mei 2022 | 09:55

Singapura Anggap UAS Sebar Paham Ekstremis, Fadli Zon: Hak Apa Mereka Menghakimi UAS?

Rabu, 18 Mei 2022 | 09:48

Fahri Hamzah: Menolak Perjalanan Pribadi Seorang Ustaz Bukan Tindakan Keimigrasian yang Beradab

Rabu, 18 Mei 2022 | 09:41

Pidato di Cannes Film Festival, Zelensky: Kita Butuh Charlie Chaplin Baru yang Bisa Melawan Diktator

Rabu, 18 Mei 2022 | 09:38

Selengkapnya