Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah /Net

Politik

Label "Kelompok Tidak Murni" Pada Aksi "Jokowi End Game" Indikasi Rezim Jokowi Anti Kritik

MINGGU, 25 JULI 2021 | 18:39 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintahan Joko Widodo seharusnya tidak mendelegitimasi sebuah aksi demonstrasi, termasuk seruan aksi nasional "Jokowi End Game" yang direncanakan dilakukan Sabtu (24/7) kemarin.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, sepatutnya pemerintah menghormati hak publik untuk menyampaikan kritik.

Kata Dedi, salah satu bentuk kritik adalah demonstrasi.


Dedi mengingatkan, pemerintah harus merespons dengan mengakomodir setiap kritik yang muncul di masyarakat.

"Demonstrasi dengan motif apapun, pemerintah tidak elok mendelegitimasi, tetap saja itu hak publik, pemerintah tetap wajib mengakomodir," demikian kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (25/7).

Pandangan Dedi, respons Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD menyebut ada "kelompok tidak Murni di balik gerakan "Jokowi End Game" terlalu berlebihan.

Sikap Mahfud MD, mengindikasikan bahwa Pemerintahan Presiden Joko Widodo adaah rezim anti kritik.

Bahkan, Dedi melihat mulai ada kecenderungan bahwa sistem demokrasi yang di anut Indonesia mengarah ke keropos.

"Statemen Mahfud MD terlalu berlebihan, mengindikasi rezim anti kritik. Ada semacam kekeroposan Demokrasi," demikian kata Dedi.

Menko Polhukam Mahfud MD menuding seruan aksi nasional bertema "Jokowi End Game" yang ramai di media sosial ditunggangi oleh kelompok yang tidak murni yang beniat memanfaatkan situasi.

"Ada kelompok murni dan ada kelompok tidak murni yang masalahnya itu hanya ingin menentang saja, memanfaatkan situasi," ucap Mahfud dalam konferensi pers terkait situasi politik dan keamanan, melalui kanal YouTube Kemenko Polhukam, Sabtu (24/7).

Aparat kepolisian sendiri telah mengerahkan lebih dari tiga ribu aparat untuk mengamankan rencana aksi nasional tersebut.

Ternyata, aksi nasional "Jokowi End Game" tidak dilakukan. Padahal dari patroli Siber selama 24 jam penuh, BIN mengklaim ada indikasi gerakan "Jokowi End Game" disinyalir dimanfaatkan kelompok tertentu untuk menurunkan Joko Widodo dari tahta Presiden.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya