Berita

Kelas advokasi Kohati PB HMI/Ist

Nusantara

Buka Kelas Advokasi, Kohati PB HMI Soroti Isu Kekerasan Seksual Perempuan

SABTU, 24 JULI 2021 | 21:24 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Korps HMI-Wati (Kohati) PB HMI periode 2021 - 2023 menggelar kelas sekolah advokasi guna menyoroti isu kekerasan seksual terhadap wanita.

Ketua Bidang Kajian dan Advokasi Kohati PB HMI Sri Irawati Mukhtar menyampaikan, kelas advokasi batch 1 ini merupakan salah satu tahapan dalam memahami regulasi melakukan advokasi yang lebih baik kedepan khususnya yang terkait dengan persoalan yang dialami oleh perempuan seperti kekerasan seksual, diskriminasi gender, dan berbagai isu lainnya baik secara langsung maupun baik di dunia nyata dan melalui media sosial.

Ada beberapa pembicara dalam kelas advokasi batch pertama ini, mereka antara lain Koalisi Perempuan Indonesia Wiwik Afifah, peneliti senior LIPI Siti Zuhro, Komisioner KPI Nuning Rodiyah dan Ketua Umum Kohati PB HMI Umiroh Fauziah.


Irawati melanjutkan, bahwa Kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia kerap kali tidak adanya penyelesaian yang tuntas. Hanya sebanyak 19,2 persen yang berhasil mengawal kekerasan seksual sampai pelaku di penjara. Sementara beberapa solusi yang dilakukan tak bisa menyelesaikan isu kekerasan seksual tersebut. Sebab, jalan keluar yang terjadi seringkali menyebabkan trauma fisik, psikis, serta ekonomi bagi korban

"Kekerasan seksual menjadi masalah yang sangat intim dalam kehidupan ber-agama dan berbudaya. Namun nyaris tak mendapat tempat dan perhatian yang lebih serius oleh pemerintah di Indonesia", Tegas Sri Irawati dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/7).

Sementara itu, Wiwik Afifah dalam penyampaian materinya menuturkan bahwa dalam advokasi memiliki ragam seperti pemantauan, advokasi kebijakan maupun advokasi terhadap ketidak adilan.

Dalam hal ketimpangan gender yang terjadi di Indonesia. Adanya dikotomi untuk perempuan dalam peranannya di ruang publik maupun di ruang privat. Urgensi untuk mengkaji teori gender sangat dibutuhkan, sebab ketidakadilan yang terjadi menyebabkan konflik, relasi kuasa, serta kekerasan seksual yang kerap memojokkan perempuan.

Disisi lain, Siti Zuhro mengatakan bahwa unsur advokasi sendiri diperlukannya data yang berasal dari sumber yang valid untuk digunakan sebagai landasan dalam melakukan advokasi. Selain itu tentunya diperlukan pemetaan dalam tujuan, sasaran serta membangun relasi maupun sekutu yang akan bekerjasama untuk melakukan advokasi.

Siti Zuhro yang juga merupakan Kahmi ini memberikan pesan bahwa Kohati harus memiliki kemampuan literasi untuk dapat membuat roadmap mengadvokasi dalam beragam bidang tidak hanya kekerasan seksual tetapi juga beragam bidang misalnya sosial ekonomi hal ini yang bisa diterjemahkan sebagai bentuk analisa berspektif gender.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya