Berita

Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit saat menyerahkan bantuan kepada petugas keamanan di sejumlah titik di Salatiga, Kamis (22/7)/RMOLJateng

Nusantara

Minta Warga Lupakan Level PPKM, Ketua DPRD Salatiga: Kuncinya Prokes Ketat

JUMAT, 23 JULI 2021 | 08:41 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Perubahan istilah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Darurat menjadi Level 1-4 membuat banyak masyarakat kebingungan. Padahal intinya tetap sama, menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

Ketua DPRD Salatiga, Dance Ishak Palit, pun mengajak semua pihak untuk tidak memusingkan level yang menjadi acuan dalam penerapan PPKM Darurat yang telah diperpanjang hingga 25 Juli 2021 itu.

"Jadi memang, kalau data dua hari lalu kita berada di level empat. Tapi apa pun itu, sudahlah kita enggak usah pake level-level. Lupakan level itu. Yang terpenting penerapan di lapangan," pinta Dance saat menyerahkan bantuan kepada aparat yang bertugas di sejumlah titik di Salatiga, Kamis petang (22/7).


Ia menilai, untuk saat ini jika mengacu pada penerapan PPKM Darurat, level peningkatan kasus Covid-19 di Salatiga akan dilihat per hari. Sehingga ia menghendaki tidak perlu melihat level untuk penerapan pembatasan.

Yang terpenting, tegasnya, penerapan prokes Covid-19 diperketat. Yakni penggunaan masker, menjaga supaya mobilitas tidak terlalu tinggi, dan masih perlunya penyekatan.

Lebih jauh, ia menuturkan, dari sekian deskripsi yang disebutkan dalam Imendagri PPKM Darurat, ia mengklaim sudah dilakukan di Salatiga.

"Di antaranya Rumah Makan boleh makan di tempat dengan ketentuan hanya 30 menit serta jarak yang diatur," paparnya.

"Pada dasarnya, Salatiga akan mengikuti apa yang telah ditentukan dalam Imendagri. Di mana, penerapan PPKM diberlakukan secara level. Dan menyiapkan peran aparat hanya untuk mengontrol di lapangan," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya