Berita

Perdana Menteri Australia Scott Morrison/Net

Dunia

Australia Lambat Sediakan Vaksin, PM Scott Morrison Siap Bertanggung Jawab

KAMIS, 22 JULI 2021 | 12:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penguncian di tiga negara bagian Australia karena lonjakan kasus Covid-19 membuat publik mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Scott Morrison.

Saat ini, negara bagian Victoria, New South Wales (NSW), dan Australia Selatan telah memberlakukan penguncian untuk mencegah penyebaran Covid-19, khususnya dari varian Delta.

Australia pada awalnya dipuji karena berhasil mengendalikan virus dengan menutup perbatasan dengan ketat. Tetapi pemerintah dinilai lambat dalam hal program vaksinasi.


Menurut Our World in Data, hanya sekitar 10 persen populasi Australia yang sudah vaksinasi lengkap. Dengan angka ini, Australia berada di belakang Kolombia, Meksiko, dan Malaysia.

Sementara tiga negara yang berhasil menjalankan program vaksinasi adalah Inggris dengan 53,1 persen populasinya sudah divaksinasi lengkap, Spanyol 52 persen, dan Kanada 50 persen.

Berbicara pada konferensi pers pada Rabu (21/7), Morrison mengatakan dia menerima tanggung jawab atas masalah yang peluncuran vaksin Covid-19.

"Kita semua tahu (penundaan) diakibatkan banyak faktor. Akan ada banyak kritik dan tinjauan ke belakang. Mereka akan memiliki berbagai motivasi untuk melakukan itu," ujar Morrison, seperti dikutip The Independent.

"Saya bertanggung jawab atas masalah yang kami miliki, tetapi saya juga bertanggung jawab atas solusi yang kami berikan dan tingkat vaksinasi yang sekarang kami capai," tambahnya.

Sementara itu, politisi Partai Buruh, Jim Chalmers menyebut Morrison berusaha untuk melarikan diri dari masalah ketika rakyat Australia tengah terluka.

"Ini adalah perdana menteri yang bersembunyi saat orang terluka," kritiknya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya