Berita

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun/Net

Politik

Kebijakan Apapun Akan Keliru Jika Ekonomi Masih Dianggap Lebih Utama Dari Nyawa

KAMIS, 22 JULI 2021 | 10:25 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kebijakan dalam bentuk nama apapun yang dilakukan rezim Joko Widodo akan keliru jika kebijakan itu gagal memberi jawaban atas substansi permasalahan yang dihadapi rakyat.

Begitu yang disampaikan analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun menanggapi kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kini berbasis level.

"PSBB, PPKM, PPKM Mikro, PPKM Darurat dan kini PPKM level 4 adalah wajah kebijakan rezim yang keliru sejak awal," ujarnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (22/7).

Ubedilah menegaskan bahwa kebijakan yang diambil akan selalu keliru lantaran basis paradigma kebijakan sejak awal lebih mengutamakan ekonomi daripada nyawa rakyat.

"Buktinya semua kebijakan itu masih membolehkan masyarakat melakukan mobilitas, bandara tidak ditutup, dan negara tidak mau menanggung semua kebutuhan rakyatnya," pungkasnya.

Populer

Viral Video Demo PT Sentul City, Don Adam: Revolusi Dimulai dari Sentul?

Senin, 13 September 2021 | 22:01

Sentul City Sewa Preman Serobot Tanah Warga, RR: Pengusaha Berani Kurang Ajar karena Tahu Penguasa Gak Bela Rakyat

Jumat, 10 September 2021 | 01:37

Satu Suara, Menlu Meksiko, Indonesia, Korsel, Turki dan Australia Ajak Masyarakat Internasional Bantu Rakyat Afghanistan

Sabtu, 11 September 2021 | 15:36

Jokowi Rangking Tiga Tangani Covid-19, PKS: Wajar, Kalau Menhan Nomor Dua Itu Baru Pertanyaan

Kamis, 09 September 2021 | 13:10

Tito-Tjahjo Tukar Guling? Ray Rangkuti: Spekulasi PDIP Ingin Kontrol Plt Tidak Berlebihan

Rabu, 15 September 2021 | 21:22

Balas Ali Ngabalin, Ketum ProDEM: Prestasi Ko Apa, Jadi Penjilat Ko Bangga?

Senin, 13 September 2021 | 11:39

Dugaan Syafril Sjofyan, Ali Ngabalin Alami Gejala Kejiwaan

Senin, 13 September 2021 | 20:55

UPDATE

bank bjb Borong 4 Penghargaan di Ajang Human Capital Award VII-2021

Minggu, 19 September 2021 | 01:13

Diingatkan, Jaksa Agung Jangan Tempatkan Pimpinan Jaksa Berwatak Preman di NTT

Minggu, 19 September 2021 | 01:03

Kolaborasi dengan Kagama Kaltim, Kemnaker Tingkatkan Kompetensi Angkatan Kerja Indonesia

Minggu, 19 September 2021 | 00:35

ICPW Minta Emerson Tak Lebay dalam Sampaikan Kritik

Sabtu, 18 September 2021 | 23:36

Habis Dipukuli Irjen Napoleon, M. Kece Sempat Dilarikan ke RS Polri

Sabtu, 18 September 2021 | 23:23

Polisi Benarkan Penembakan Tokoh Agama di Tangerang

Sabtu, 18 September 2021 | 23:05

Perkuat Program Desmigratif, Kemnaker-LKK PBNU Susun Modul Comunity Parenting

Sabtu, 18 September 2021 | 22:53

Jabarkan Peta Jalan Indonesia Digital, Airlangga Dukung Generasi Muda Jadi Game Changer di Era Digital

Sabtu, 18 September 2021 | 22:22

Pastikan Ali Kalora Tewas Bersama Satu Anak Buahnya, Mahfud MD Minta Masyarakat Tenang

Sabtu, 18 September 2021 | 21:37

Kakorlantas Apresiasi Penerapan Ganjil Genap Lalu Lintas Jalur Puncak

Sabtu, 18 September 2021 | 21:19

Selengkapnya