Berita

Jet tempur Sukhoi Checkmate/Net

Dunia

Rusia Pamerkan Jet Tempur Sukhoi Checkmate, Primadona Baru Saingan F-35

RABU, 21 JULI 2021 | 21:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia memamerkan jet tempur siluman barunya ke publik. Primadona baru itu digadang-gadang dirancang untuk menyaingi F-35 milik Amerika Serikat (AS).

Dijuluki "The Checkmate", jet tempur itu dibangun dengan teknologi generasi kelima. Secara resmi, pesawat itu dipamerkan di International Air Show di MAX-2021 yang digelar di Zhukovsky pada Rabu (21/7).

Sebelumnya, pesawat itu juga telah ditunjukkan pertama kalinya kepada Presiden Vladimir Putin dan mendapat respons positif.


"Penerbangan Rusia memiliki potensi besar untuk dikembangkan, dan industri pesawat kami terus menciptakan pesawat baru yang kompetitif," kata Putin, seperti dikutip Reuters.

CEO United Aircraft Corporation Rostec, Yuri Slyusar mengatakan, Checkmate sangat ganas karena sistem persenjataannya mengadopsi Su-57.

Pesawat ini mampu menyerang enam target bersamaan, baik di udara, laut, dan darat, meski terdapat gangguan elektronik.

Ia mengatakan, Checkmate mampu menghancurkan jet tempur generasi kelima lainnya dan dapat menahan sistem generasi keenam yang kemungkinan akan muncul dalam beberapa dekade mendatang.

Jet ini juga dilengkapi dengan kecerdasan buatan, rudal udara ke udara, rudal udara ke darat, rudal anti-kapal, hingga sistem peperangan elektronik.

Saat ini, Rusia juga tengah mengembangkan versi autopilot dari pesawat ini.

Dari video peluncuran yang disuguhkan, Rusia mengembangkan jet tempur itu dalam waktu singkat. Nantinya, Checkmate akan diuji coba terbang untuk pertama kali pada 2022.

Setelah itu, Rusia akan melakukan produksi massal untuk memenuhi permintaan global. Diperkirakan, ada hampir 300 pesanan dalam 15 tahun ke depan untuk jet ini, terutama dari Timur Tengah, Asia, dan Amerika Latin.

Secara harga, Checkmate disebut tujuh kali lebih murah daripada F-35. Jet ini dibanderol dengan harga 25 juta dolar AS hingga 30 juta dolar AS.

"Tugas kami adalah agar pesawat ini ditawarkan secara massal kepada pelanggan mulai 2026," pungkas Slyusar.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya