Berita

Panglima TNI, Kapolri dan Menkes Budi Gunadi saat mengawal penanganan Covid-19 bersama/Net

Publika

Empat Punggawa Garis Terdepan Perangi Covid-19

RABU, 21 JULI 2021 | 18:56 WIB | OLEH: MEGA SIMARMATA

PANDEMI sudah berlangsung selama hampir 1,5 tahun di Indonesia. Sejak awal Maret 2020 hingga saat ini.

Beragam istilah pembatasan sudah dipakai oleh Pemerintah, baik pusat maupun daerah. Dari mulai PSBB, New Normal, PPKM Darurat, hingga PPKM Level 4.

Dan apapun istilah yang dipakai, rakyat Indonesia tetap merasa sangat menderita, tertekan luar biasa dan merasakan kegetiraj hidup yang luar biasa.


Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri misalnya, dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan, "Saya ini sudah 1,5 tahun di lockdown sama anak-anak saya harus tinggal dirumah".

Betul sekali, apa yang dikatakan Bu Mega.

Sudah 1,5 tahun hidup kita di tanah air "dilockdown" oleh pandemi covid-19. Pedih luar biasa, kehidupan di masa pandemi.

Banyak korban PHK. Ekonomi mati suri. Makan susah dan uang masuk tak ada.

Dan sepanjang tahun 2021 ini, konsentrasi Pemerintah adalah melakukan vaksinasi nasional di seluruh provinsi.

Sialnya adalah saat vaksinasi memasuki paruh tahun ini, gelombang kedua covid-19 menerjang Indonesia.

Mata kita sebagai rakyat Indonesia, hanya segelintir pejabat tinggi negara yang mati-matian terjun ke lapangan sepanjang tahun ini untuk menangani Covid-19.

Mereka adalah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB yang lama dan baru yaitu Doni Monardo dan Ganip Warsito, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Kekompakan Panglima TNI dan Kapolri memimpin langsung kunjungan-kunjungan ke berbagai daerah dalam menangani dan memerangi covid-19 sangat hebat luar biasa.

TNI dan Polri all out melaksanakan program pemerintah. Di semua markas TNI dan Polri, kini membuka gerai vaksinasi.

Ditambah lagi, kegigihan Kepala BNPB dan Menkes, melengkapi duet Panglima TNI dan Kapolri.

Kapolri Listyo terutama, gaya kepemimpinan (leadershipnya) yang luar biasa teduh, kalem, sejuk, santun, cerdas, penuh perhatian dan profesional, membuat rakyat menjadi sangat simpati.

Pernyataan-pernyataan Listyo selalu enak dibaca dan menyejukkan hati masyarakat. Kapolri tidak pernah bicara meledak-ledak, kacar, brangasan, menantang sana sini atau menakut-nakuti rakyat.

Listyo patut untuk dijadikan acuan tentang bagaimana harusnya para pejabat tinggi negara, apalagi selevel Menko, bila berbicara di hadapan publik.

Yang sangat diapresiasi dari Kapolri adalah ia perintahkan semua kantor polisi harus membuka gerai vaksin di seluruh Indonesia dengan cukup membawa KTP.

Kapolri juga memfasilitasi kalangan perguruan tinggi, sekolah-sekolah, ormas keagamaan dan pihak swasta untuk ikut menggelar vaksinasi.

Peran Kapolri dan institusi yang dipimpinnya yaitu Polri dalam mensukseskan program vaksinasi luar biasa besar dan sangat mengagumkan.

Di saat yang sama, Polri juga melaksanakan  penyekatan-penyekatan dalam rangka menurunkan angka penularan covid yang luar biasa tinggi saat ini.

Begitupun halnya dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Peran TNI juga sangat amat besar mensukseskan program vaksinasi nasional yang didukung sepenuhnya oleh ketiga Kepala Staf Angkatan.

Rakyat sudah sangat tertekan dalam situasi pandemi.

Itu sebabnya, tidak akan ada rakyat Indonesia yang mau melihat atau membaca berita yang isinya pernyataan yang tak enak di hati.

Apalagi kalau ada level Menteri atau Menko yang ngomong asbun dan bernada songong alias sombong.

Sehingga kalau sudah tahu ada setingkat Menko dan Menteri, tak pantas dan tak mampu bicara penanganan covid secara sejuk, positif dan baik maka sebaiknya Presiden Joko Widodo jangan lagi menggunakan anak buah yang tak becus kayak begitu.

Empat punggawa atau Kepala Pasukan yang kini berada di garis terdepan menangani dan memerangi Covid-19 adalah Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB dan Menkes.

Maka ke empat pejabat ini, kita harapkan semangat dan spirit mereka terus berkobar dalam melanjutkan perjuangan mereka sebagai sesama anak bangsa agar Indonesia segera keluar dari belenggu maut bernama Covid-19.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya