Berita

Politisi Myanmar, Nyan Win/Net

Dunia

Kena Covid-19 Di Penjara Junta, Politisi Myanmar Meninggal Dunia

RABU, 21 JULI 2021 | 11:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang politisi Myanmar yang bekerja sebagai penasihat senior untuk pemerintahan Aung San Suu Kyi dikabarkan telah meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19 di penjara.

Adalah Nyan Win, politisi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) berusia 78 tahun yang ditahan di Penjara Insein Yangon ketika junta melakukan kudeta terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari.

Dalam sebuah pernyataan, NLD mengatakan, Nyan Win dilarikan ke rumah sakit pada pekan lalu dan meninggal dunia pada Selasa (20/7).


Nyan Win diketahui pernah menjadi pengacara Aung San Suu Kyi dan jurubicara partai.

"Kami berjanji untuk terus berjuang untuk tugas kami yang belum selesai, untuk mengakhiri kediktatoran di negara ini dan untuk mendirikan Persatuan Demokrat Federal," kata pernyataan NLD, seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, tim informasi Dewan Administrasi Negara yang dipimpin junta mengatakan penjara dilengkapi fasilitas untuk merawat pasien virus corona.

Selain itu, junta menyebut Nyan Win meninggal karena penyakit diabetes dan hipertensi yang mendasarinya. Sementara dari 375 narapidana yang terpapar Covid-19, enam di antaranya sudah meninggal dunia sebelum Nyan Win.

Upaya penanganan Covid-19 di Myanmar telah menjadi tantangan sebelum kudeta terjadi, dan menjadi lebih rumit setelah peristiwa tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan yang dikendalikan militer, hanya sekitar 1,6 juta orang telah divaksinasi dari populasi 54 juta.

Awal pekan ini, Myanmar mencatat rekor 281 kematian Covid-19, dengan 5.189 kasus harian.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya