Berita

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson/Net

Dunia

PM Boris Johnson Ogah Isoman Walau Jadi Kontak Erat Menkes Inggris Yang Positif Covid-19

MINGGU, 18 JULI 2021 | 19:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menjadi salah satu kontak erat dari Menteri Kesehatan Sajid Javid yang telah dinyatakan positif Covid-19 pada Sabtu (17/7).

Meski begitu, Downing Street pada Minggu (18/7) mengatakan, Johnson tidak akan menjalani isolasi mandiri yang diatur selama 10 hari bagi mereka yang melakukan kontak dengan kasus Covid-19.

Padahal, Johnson telah diberi peringatan oleh aplikasi pelacakan dan pengujiannya pada Sabtu malam. Lantaran pada Jumat (16/7), sehari sebelum Javid dinyatakan terpapar, keduanya melakukan pertemuan.


Javid sendiri telah divaksinasi Covid-19 secara langkap dan hanya mengalami gejala ringan.

Alih-alih melakukan isolasi mandiri, Johnson akan melakukan tes Covid-19 harian sebagai alternatif.

Isolasi mandiri memang bukan persyaratan hukum, namun sangat disarankan untuk menghindari penularan lebih lanjut. Saat ini, beberapa tempat kerja, termasuk di pemerintahan, tengah mengujicobakan alternatif pengujian harian daripada isolasi mandiri.

Alternatif dimunculkan karena ada ratusan ribu kontak erat yang disarankan melakukan karantina dan memicu "pingdemic". Akibatnya sejumlah bisnis kekurangan staf karena aturan isolasi mandiri.

Selain Johnson, Menteri Keuangan Rishi Sunak yang menjadi kontak erat Javid juga tidak akan melakukan isolasi mandiri.

Meski begitu, keputusan Johnson dan Sunak untuk tidak melakukan isolasi mandiri tetap menjadi kritik opoisi.

"Bangun pagi ini untuk mendengar ada aturan khusus, aturan eksklusif, untuk Boris Johnson dan Rishi Sunak, mereka akan mengatakan ini terlihat seperti aturan untuk mereka dan sesuatu yang lain untuk kita semua," ujar jurubicara oposisi Partai Buruh, Jonathan Ashworth.

Johnson sendiri diketahui sempat terinfeksi Covid-19 dan mengalami gejala parah pada April 2020. Ia bahkan menghabiskan tiga malam di ruang perawatan intensif rumah sakit.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya