Berita

Ketua KPK Firli Bahuri/Net

Hukum

Hari Keadilan Internasional, Firli Bahuri Ajak Masyarakat Perkuat Imun Antikorupsi

MINGGU, 18 JULI 2021 | 15:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengajak semua masyarakat Indonesia untuk memperkuat imun antikorupsi.

Begitu yang disampaikan Firli memperingati Hari Keadilan Internasional (World Day for International Justice) yang diperingati setiap 17 Juli.

Menurut Firli, peringatan tersebut merupakan momentum untuk lebih meningkatkan kewaspadaan akan ragam kejahatan kemanusiaan yang senantiasa mengancam eksistensi peradaban umat manusia.


Salah satunya adalah korupsi. Korupsi menurut Firli adalah, salah satu kejahatan kemanusiaan yang saat ini menjadi musuh bersama seluruh bangsa di dunia.

Tak terkecuali bangsa Indonesia yang memiliki catatan dan sejarah kelam dengan kejahatan korupsi.

"Korupsi menjauhkan suatu bangsa bangsa di dunia dari kata kemakmuran, bahkan korupsi dapat menyebabkan gagalnya suatu negara mewujudkan tujuannya," ujar Firli kepada wartawan, Minggu (18/7).

Karena sambung Firli, sudah tidak terhitung dampak mematikan akibat korupsi yang menghancurkan setiap tatanan kehidupan suatu bangsa.

Bahkan, membawa ketidakadilan, ketimpangan, kemiskinan serta keterbelakangan rakyat dalam sebuah negara.

"Korupsi jelas menjadi tembok besar untuk mewujudkan salah satu tujuan kita dalam bernegara, yaitu memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap rakyat Indonesia, mengingat korupsi bukan hanya merugikan perekonomian semata namun dapat meluluh lantakkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara di republik ini," jelas Firli.

Firli menganggap bahwa korupsi seperti virus Corona. Karena, korupsi terbukti mampu beradaptasi, berevolusi bahkan berinovasi dalam kondisi apapun.

Sehingga, siapapun yang tidak menjaga imun antikorupsi dapat terpapar dan menularkannya ke orang-orang yang minim integritas, etika serta moral.

"KPK yang lahir dari rahim dan dibesarkan oleh rakyat, Insya Allah akan teguh menjalankan misi utama memberantas korupsi di negeri ini, agar tujuan bernegara dapat terwujud seutuhnya seperti cita-cita dan harapan FoundingFathers serta segenap bangsa Indonesia," terang Firli.

"Memang bukan persoalan mudah, namun tidak terlampau sukar untuk mencabut jantung dan akar korupsi dari penjuru bumi pertiwi. Perlu konsistensi nasional dalam segenap upaya memberantas korupsi di negeri ini," sambung Firli.

Kekonsistenan tersebut masih kata Firli, harus dimulai dari diri sendiri yang memerlukan keteguhan dan keikhlasan luar biasa untuk menjauhi perilaku koruptif dalam keseharian.

Hal itu perlu dilakukan untuk mewujudkan konsistensi nasional dalam perang badar melawan korupsi di NKRI.

"Sekali lagi kami ingatkan bahwasanya korupsi terbukti mampu beradaptasi, berevolusi hingga berinovasi dalam situasi dan kondisi apapun di negeri ini sehingga kejahatan kemanusiaan ini dapat terjadi secara sistematik, terstruktur dengan dampak destruktif sistemik," kata Firli.

Sebagai kejahatan kemanusiaan, korupsi yang dipandang dunia sebagai kejahatan luar biasa harus ditangani bersama oleh seluruh umat manusia di dunia, khususnya bangsa Indonesia seperti yang diamanatkan dalam mukadimah atau pembukaan UUD 1945.

"Kita segenap anak bangsa memiliki harapan  Indonesia yang kita cita-citakan bisa terwujud yaitu Indonesia yang bebas dan bersih dari korupsi, Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Indonesia yang sejahtera, Indonesia yang cerdas, Indonesia yang ikut aktif memelihara perdamaian dunia, dan Indonesia yang membanggakan seluruh rakyat Indonesia," terang Firli.

Di Hari Keadilan Internasional yang diperingati pada kemarin, Firli mengajak untuk tidak hanya menjadi seremoni tahunan semata.

Namun, makna dan esensi World Day for International Justice seharusnya menjadi momentum bagi bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia untuk meneguhkan imun antikorupsi diri sendiri, keluarga, teman, sahabat agar imunitas antikorupsi nasional dapat terwujud demi mewujudkan cita-cita Indonesia bebas dari korupsi.

"Jaga dan perkuat imun antikorupsi dengan selalu menerapkan perilaku hidup sederhana dan berani jujur dalam hal-hal sekecil apapun, serta teguhkan selalu nilai-nilai ketuhanan, agama dan pancasila dalam rutinitas keseharian kita," pungkas Firli.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya