Berita

Taliban/Net

Dunia

Intel AS Pegang Skenario Taliban Kuasai Afghanistan, Begini Strateginya

MINGGU, 18 JULI 2021 | 12:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Intelijen Amerika Serikat (AS) telah mengetahui strategi Taliban untuk menguasai Afghanistan, dengan tujuan menciptakan negara Imarah Islam Afghanistan.

Dalam sebuah artikel berjudul "Kabul will collapse. An Islamic Emirate of Afghanistan is born" yang diunggah Bulgarian Military, kolumnis Boyko Nikolov mengaku telah memiliki laporan intelijen yang mengurai strategi tersebut.

"Saya terus-menerus berusaha membuktikan teori bahwa kepergian pasukan Amerika dari Afghanistan hanya akan membawa pengkhianatan kepada penduduk sipil, dan peluang negara ini menjadi Imarah Islam Afghanistan semakin besar dari menit ke menit," tulisnya.


Menurut Nikolov, strategi militer yang dimiliki Taliban sederhana dan efektif.

Saat ini, tentara Afghanistan dipersenjatai dengan baik oleh AS, sehingga Taliban tidak dapat mengganggu kota-kota besar di mana pasukan tenatara berada.

Sebaliknya, Taliban mengambil alih wilayah dan kota-kota kecil yang strategis, sehingga dapat mengendalikan hampir segalanya, komunikasi, transportasi, hingga pasokan.

Dengan strategi tersebut, ia melanjutkan, masa depan Afghanistan akan tergantung pada Taliban. Kabul kemungkinan akan runtuh ketika Taliban menetapkan persyaratan untuk menjadi pemerintahan koalisi.

"Dalam arti maksimal, Taliban menginginkan kemenangan militer total. Dalam arti minimalis, setelah Taliban menguji pasukan pemerintah dan menyadari bahwa kemenangan militer total tidak dapat dicapai maka ia akan menggunakan kekerasan sebagai pengungkit untuk mengamankan konsesi lebih lanjut di meja negosiasi," jelas kepala Institut Studi Perang dan Perdamaian di Kabul, Tamim Asey.

Banyak pakar mengatakan, penarikan pasukan AS dari Afghanistan sama memalukannya ketika AS meninggalkan Vietnam pada 1975.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya