Berita

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi/Net

Dunia

Retno Marsudi Beberkan Sulitnya Perjuangan Indonesia Berebut Vaksin Covid-19

MINGGU, 18 JULI 2021 | 11:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dengan pasokan yang sedikit, vaksin Covid-19 menjadi rebutan bagi seluruh negara di dunia, baik negara maju maupun berkembang.

Sejauh ini, Indonesia sendiri telah berhasil mengamankan 142.973.880 dosis vaksin Covid-19, baik dalam bentuk curah maupun jadi.

Melalui podcast yang diunggah di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Sabtu (17/7), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkap sulitnya perjuangan untuk mendapatkan vaksin Covid-19.


Retno mengatakan, sulitnya mendapatkan vaksin Covid-19 sudah diakui di berbagai forum internasional, termasuk GAVI (Global Alliance for Vaccine and Immunisation).

"GAVI mengatakan begini, sekarang memang susah, berebut-berebut yang super duper top berebutnya, karena pasokannya sedikit. Sedikit pun sebagian besar ada di negara-negara gede," ujar Retno.

Memberikan contoh, Retno menuturkan saat ini Thailand tengah mempertimbangkan untuk membatasi ekspor vaksin Covid-19. Sementara Indonesia telah memesan vaksin Covid-19 dari pabrik AstraZeneca di Thailand.

"Shipment pertama sudah jalan, sudah datang tadi subuh 1 juta. Terus tiba-tiba ada berita bahwa dengan kenaikan kasus yang ada di Thailand, kemungkinan pemerintah Thailand akan melakukan restriksi untuk ekspor vaksin," jelas Retno.

Dengan perkembangan tersebut, Retno terus melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Thailand untuk mengonfirmasi kabar tersebut.

"Saya sampaikan, kalau memang benar, saya mohon supaya yang pesanan Indonesia bisa dirilis," sambungnya.

Sebelumnya, situasi serupa juga terjadi ketika Indonesia memesan obat dari India. Lonjakan kasus Covid-19 di India membuat pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi membatasi ekspor vaksin dan obat-obatan.

GAVI sendiri memperkirakan, pembatasan ekspor vaksin Covid-19 dapat dicabut, sehingga mulai September pasokan vaksin akan lebih banyak.

"Semoga tidak ada varian baru yang lebih ganas dari ini karena bisa memutar balikan semua hitungan. Kita sedang menghadapi situasi dunia yang tidak menentu," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya