Berita

Kepala Dewan Tinggi Pemerintah untuk Rekonsiliasi Nasional Abdullah Abdullah/net

Dunia

Kekerasan Picu Ribuan Warga Afghanistan Kabur, Abdullah Abdullah Tegur Taliban Di Qatar

MINGGU, 18 JULI 2021 | 09:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Afghanistan dan Taliban kembali bertemu untuk membahas proses dialog untuk mencapai perdamaian, di tengah kekerasan yang meningkat sehingga ribuan orang berupaya melarikan diri.

Berdasarkan kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Taliban pada Februari tahun lalu, Washington akan menarik diri dari Afghanistan jika Taliban dan pemerintahan di Kabul bersedia memulai dialog damai.

Dialog kemudian dimulai pada September 2020 di Doha, Qatar. Namun hingga saat ini, berbagai putaran perundingan gagal membuat kemajuan substantif, sementara tenggat waktu AS meninggalkan Afghanistan semakin dekat.


Pada Sabtu (17/7), Kepala Dewan Tinggi Pemerintah untuk Rekonsiliasi Nasional Abdullah Abdullah bertemu dengan perwakilan Taliban di Qatar.

Ia mendesak dilanjutkannnya proses perdamaian karena semakin banyak rakyat yang menjadi korban.

"Karena kami tidak bisa membayar harga untuk ini dengan darah dan kami tidak bisa lepas dari tanggung jawab untuk itu," ujarnya, seperti dikutip Reuters.

Di sisi lain, perwakilan Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar menyesali kurangnya kemajuan dalam proses perdamaian.

"Namun masih ada harapan dan Taliban akan melakukan upaya agar pembicaraan membuahkan hasil positif," tambahnya.

Sejak AS dan NATO mulai menarik pasukan, Taliban telah meningkatkan serangan dan berusaha mengambil kendali sejumlah wilayah.

Akibatnya, di Provinsi Takhar bagian utara, sekitar 12 ribu keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka karena pertempuran antara Taliban dan pasukan Afghanistan yanng semaki sengit.

Banyak di antara mereka berlindung di sebuah sekolah di ibukota provinsi dengan segala keterbatasan yang ada.

"Kami tidak dibantu atau bahkan diberi karpet. Bahkan seekor anjing pun tidak bisa tinggal di sini," ujar seorang warga yang melarikan diri, Mohammad Amin.

Di provinsi Kandahar selatan pertempuran sengit telah terjadi, dengan Taliban berhasil merebut Spin Boldak, sebuah daerah di perbatasan dengan Pakistan.

PBB menyebut, lebih dari 2.000 orang mengungsi dari Kandahar karena situasi yang semakin mencekam. Bahkan selama meliput pertempuran pada Jumat (16/7), wartawan Reuters Denmark Siddiqui meninggal dunia di tengah bentrokan antara Taliban dan pasukan Afghanistan.

UNHCR memperkirakan, 270 ribu warga Afghanistan telah melarikan diri dari rumah mereka sejak Januari. Dengan begitu, total warga Afghanistan yang mengungsi menjadi 3,5 juta orang.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya