Berita

Presiden Joko Widodo dan jajaran kabinetnya/Net

Politik

Satyo Purwanto: Menteri Jokowi Banyak Terpapar “Virus Ngawur”

MINGGU, 18 JULI 2021 | 09:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Jajaran menteri dalam Kabinet Indonesia Maju banyak yang terpapar “virus ngawur” selama pandemi COvid-19. Ini terjadi lantaran mereka gagal memiliki sense of crisis dan tidak mampu meresapi suasana kebatinan rakyat.

Begitu jelas Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto saat berbincang dengan Kantor Politik RMOL, Minggu (18/7).

Pernyataan itu disampaikan menanggapi sikap sejumlah menteri Jokowi di era pandemi. Mulai dari menonton sineteron hingga pelesiran ke luar negeri di saat kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.


“Menteri Jokowi sepertinya banyak yang “terpapar virus ngawur”. Miris, ironi seperti tidak memiliki empati, tidak mampu meresapi suasana kebatinan rakyat yang sedang dicekam rasa takut, rakyat yang sedang berjuang untuk tetap hidup dalam perawatan di RS, yang sedang isoman, yang sedang bertahan hidup karena sumber ekonominya terhenti akibat PPKM Darurat dan tanpa kompensasi dari pemerintah," ujarnya.

Menurutnya, apa yang diunggah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di saat pandemi tidak elok. Terlepas apapun motif dari Mahfu, Satyo menilai seharusnya yang bersangkutan menjaga lisan dan tulisan di saat situasi dan kondisi sedang dalam krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

"Dan Menko Polhukam ini pula yang di awal pandemi tahun lalu juga salah satu yang paling “lucu” merespons isu corona dengan lelucon-lelucon yang hasilnya cuma menambah beban hidup rakyat," katanya.

Satyo semakin miris lantaran ada sejumlah menteri yang pelesiran ke Amerika Serikat (AS) pada saat PPKM Darurat. Bahkan teranyar aksi ini membuat Presiden Joko Widodo kecewa.

“Ini tidak peka terhadap suasana kebatinan rakyat," pungkas Satyo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya