Berita

Tokoh senior DR. Rizal Ramli/Net

Politik

Sindir Video Lama Ade Armando Dan Denny Siregar, RR: Pantas Science Diabaikan Pemerintah, Kepincut Sama Dukun Voodoo

MINGGU, 18 JULI 2021 | 07:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Beragam denial yang dilakukan pemerintah di awal pandemi Covid-19 masuk Indonesia tidak lepas dari peran serta sejumlah influencer yang memberi dukungan.

Di mana kala itu, sebaran Covid-19 dianggap sebatas isu belaka dan berpotensi menggangu pariwisata tanah air serta perekonomian nasional.

Kini di saat Covid-19 terus mengganas, video lama dari para influencer itu pun diputar kembali oleh warganet.


Seperti video pegiat sosial Denny Siregar dan Ade Armando yang diunggah politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana.

Dalam video tersebut Denny Siregar mengurai tentang potensi pariwisata Indonesia yang terkena imbas dari “isu corona”. Katanya, jumlah wisata di Bali, Yogyakarta menurun, sementara hotel meliburkan karyawan, dan nilai tukar rupiah Indonesia menjadi lemah.

Dia pun mendukung langkah pemerintah yang kala itu menyelamatkan sektor pariwisata dengan gelontoran uang miliaran rupiah. Termasuk membayar influencer yang mempromosikan wisata Indonesia.

Sementara Ade Armando tampak memberi isyarat bahwa dirinya akan santai saja jika terkena corona. Menurutnya, saat kena corona dia akan dirawat, itupun tidak lama, dan kehidupan kembali normal.

Akademisi dari UI ini justru lebih khawatir dengan Demam Berdarah dan TBC ketimbang corona.

“Denny Siregar dan Ade Armando ini lah yang di awal virus corona mengabaikan pendapat epidemolog dan ahli kesehatan. Dengan gayanya yang sok meyakinkan mengabaikan pendapat para ahli,” kesal Cipta Panca Laksana dalam unggahannya itu.

“Loe berdua berutang ke nyawa puluhan ribu orang yang meninggal karena corona!” sambungnya.

Unggahan ini pun mendapat reaksi dari tokoh nasional DR. Rizal Ramli, yang tidak menyangka kedua pegiat sosial pendukung Jokowi tersebut pernah berbicara seperti itu.

Menurutnya, pernyataan yang disampaikan keduanya sudah keblinger.

“Inilah hoax yang merugikan masyarakat, ilusi palsu, penganjur voodoo logics,” geram Rizal Ramli kepada wartawan, Minggu (18/7)

Kini Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu tidak heran lagi melihat pemerintah yang tampak abai dengan Covid-19 di awal pandemi. Sebab para pembisik juga memberikan denial tentang potensi sebaran corona yang kini mencekam di tanah air.

“Pantas science diabaikan oleh pemerintah, kepincut sama dukun-dukun Voodoo,” tutup pria yang akrab disapa RR itu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya