Berita

Ilustrasi puing-puing di luar angkasa/Net

Dunia

AS Bangun Pangkalan Radar Di Inggris, Pantau Aktivitas Luar Angkasa Rusia Dan China

MINGGU, 18 JULI 2021 | 07:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) sedang menjajaki rencana untuk membangun pangkalan radar mata-mata di Inggris yang bertujuan menyelidiki gerak-gerik Rusia dan China di ruang angkasa.

Rencana itu diungkap oleh Letnan Angkatan Luar Angkasa AS Kolonel Jack Walker, seperti dimuat Sky News pada Sabtu (17/7).

Ia mengatakan, pangkalan itu akan menggunakan teknologi radar yang dapat mengidentifikasi objek bahkan seukuran bola hingga jarak 22 ribu mil. Di sana juga akan ada fasilitas untuk mengategorikan puing-puing yang tidak terlalu berbahaya hingga berbahaya.


Pangkalan yang disebut Deep Space Advanced Radar Capability (DARC) itu akan mencakup area 1 kilometer persegi. Di dalamnya akan ada empat hingga enam parabola berukuran sekitar 15 meter yang akan mengirimkan energi ke luar angkasa.

Sinyal energi akan kembali ke Bumi dan direkam oleh 10 parabola berukuran sama di lokasi terpisah yang dirancang untuk menerima data.  

"Anda memiliki antena pengirim dan antena penerima," ucap Walker.

Dengan fasilitas tersebut, juga akan ada sistem peringatan dini untuk rudal balistik yang masuk.

Menurut Walker, AS berencana membangun tiga pangkalan radar di seluruh dunia, salah satunya kemungkinan berada di Skotlandia atau Inggris bagian selatan. Sementara dua situs lainnya akan berada di Texas, AS dan Australia.

Pangkalan radar pertama diharapkan sudah dapat beroperasi pada 2025.

"Ini perlu karena kami ingin melacak target yang dapat mengancam sistem kami yang berada di orbit... Bisa dari China, bisa dari Rusia, bisa jadi anti-satelit atau bisa juga hanya puing-puing dari badan roket," jelas Walker.

DARC juga menjadi agenda pembahasan dalam kunjungan Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace ke Pusat Sistem Luar Angkasa dan Rudal AS di Los Angeles.

"Saat ini, ada negara-negara seperti Rusia dan China yang sedang melakukan sesuatu, mengembangkan sistem yang menjadi ancaman bagi satelit yang kita andalkan dalam kehidupan kita sehari-hari," terang Walker.

Inggris sendiri telah menjadi tuan rumah sejumlah pangkalan mata-mata dalam kemitraan dengan AS seperti RAF Fylingdales di Snod Hill di North York Moors.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya