Berita

Mobil vaksin keliling milik DKI Jakarta/Net

Politik

Antusiasme Masyarakat Tinggi, Perbanyak Pos Vaksinasi Dan Lakukan Jemput Bola

SABTU, 17 JULI 2021 | 07:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sejak program vaksinasi massal digelar, antusiasme masyarakat di berbagai daerah sangat tinggi terlebih saat PPKM Darurat ditetapkan.

Besarnya animo masyarakat mengikuti vaksinasi ini adalah momentum yang sangat tepat bagi pemerintah untuk segera melancarkan berbagai strategi percepatan vaksinasi.

Selain harus memastikan ketersediaan vaksin dan kelancaran distribusinya, sudah saatnya sentra-sentra vaksinasi diberbanyak.


Strategi menjemput bola misalnya mobil vaksin keliling juga menjadi opsi yang sangat efektif menyentuh warga yang mempunyai keterbatasan akses mobilitas maupun waktu.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, tingginya minat masyarakat untuk divaksinasi saat ini harus diantisipasi dengan mendekatkan dan memudahkan masyarakat mengakses vaksin.

Oleh karena itu, langkah penting yang harus dilakukan adalah mendekatkan dan memudahkan masyarakat mengakses vaksin salah satunya dengan memperbanyak sentra-sentra dan pos-pos vaksinasi.

Agar jangkauan vaksinasi lebih meluas, strategi jemput bola misalnya mobil vaksin keliling seperti yang ada di Jakarta bisa direplikasi di daerah-daerah lain.

Percepatan vaksinasi juga membutuhkan perbanyakan tenaga vaksinator dengan melibatkan sebanyak mungkin SDM kesehatan misalnya bidan, tenaga kesehatan di klinik-klinik atau bekerja sama dengan berbagai perguruan atau sekolah tinggi yang memiliki jurusan di bidang kesehatan.

"Antusiasme masyarakat yang sangat tinggi adalah momentum yang sangat tepat untuk memperluas dan menjangkau sebanyak mungkin rakyat untuk divaksinasi. Jangan sampai kita kehilangan momentum ini," kata Fahira Idris, Sabtu (17/7).

"Kerahkan semua sumber daya terutama segera mendistribusikan sebanyak mungkin cadangan vaksin yang kita punya. Perbanyak pos-pos dan sentra vaksinasi dan latih sebanyak mungkin tenaga vaksinator agar rakyat lebih mudah melakukan vaksinasi. Kegiatan vaksinasi yang mengakibatkan kerumunan karena terpusatnya sentra-sentra vaksinasi harus kita urai agar tidak terjadi klaster baru," ujar dia melanjutkan.

Menurut Fahira, selain fokus mengendalikan lonjakan kasus terutama penanganan pasien baik yang dirawat di rumah sakit maupun yang melakukan isolasi mandiri termasuk dampak ikutannya salah satunya memenuhi ketersediaan pasokan oksigen, vaksinasi sebanyak mungkin rakyat juga menjadi prioritas saat itu. Oleh karena itu berbagai upaya dan strategi harus ditempuh semaksimal dan secepat mungkin.

Gunakan jaringan program imunisasi yang selama ini sudah eksis seperti posyandu dan klinik. Manfaatkan semaksimal mungkin program upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat atau UKBM yang sudah lama eksis yaitu Puskesmas Pembantu dan Pos Kesehatan Desa sebagai sentra vaksinasi.

"Jalin kolaborasi dengan berbagai stakeholder misalnya jaringan apotek dan sekolah kesehatan (Politeknik Kesehatan dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) dan siapkan strategi jemput bola untuk menjangkau mereka yang punya keterbatasan akses. Kecepatan penyebaran virus corona yang sangat luar biasa ini harus bisa kita imbangi dengan percepatan vaksinasi," ucap Fahira.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya