Berita

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendi/Net

Politik

Relawan Jokowi Khawatir Menko PMK Sengaja Naikkan Eskalasi Kegaduhan Lewat Isu Darurat Militer

SABTU, 17 JULI 2021 | 04:29 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sanksi tegas perlu diberikan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendi yang menyinggung kondisi saat ini layak dianggap darurat militer.

Sebab menurut Relawan Jokowi Mania (Joman), apa yang dikatakan Muhadjir rawan menjadi kegaduhan baru di tengah tingginya kasus Covid-19 di Tanah Air.

"Menko PMK ini omongannya terlalu kasar. Jangan-jangan dia mau naikkan eskalasi sehingga kita semakin gaduh. Jangan sampai ini menjadi bentuk kudeta," kata Ketua Joman, Immanuel Ebenezer kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (17/7).


Pernyataan Muhadjir yang disampaikan saat kunjungan kerja ke Sleman, Yogyakarta itu pun diyakini tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan Presiden Joko Widodo.

"Saya yakini ini melangkahi presiden," sambungnya.

Di sisi lain, apa yang dilakukan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun berseberangan dengan perintah presiden bahwa seluruh menteri harus memiliki sense of crisis saat kondisi darurat seperi pandemi Covid-19 saat ini.

"Dia enggak punya sense of crisis. Masyarakat sudah gelisah dengan pandemi, tapi menterinya malah mendorong eskalasi seperti ini," lanjutnya.

Oleh karenanya, layak bagi Presiden untuk memberi sanksi tegas berupa pemecatan kepada Menko Muhadjir. Termasuk menteri-menteri lain yang tak sejalan dengan arah kebijakan presiden.

"Menteri enggak bisa bekerja sendiri, sibuk bermain politik dan berbisnis. Menteri harusnya memasang badan untuk presiden, bukan untuk dirinya sendiri. Menteri seperti ini enggak punya etika, pecat atau mundur sajalah," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya