Berita

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas/Net

Politik

Covid-19 Masih Mengkhawatirkan, Menag Imbau Masyarakat Tidak Mudik Idul Adha

JUMAT, 16 JULI 2021 | 20:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kondisi pandemi Covid-19 Indonesia yang masih mengkhawatirkan menjadi alasan utama Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, untuk mengimbau masyarakat agar tidak melakukan mudik dalam merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah.

Yaqut menuturkan, dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Joko Widodo siang tadi, juga sudah disampaikan aturan pembatasan kegiatan peribadatan Hari Raya Idul Adha, demi mencegah potensi penularan Covid-19.

"Tadi sudah dilaporkan di dalam Ratas bersama Presiden, Kementerian Agama akan segera berkoordinasi dengan ormas-ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan ormas lainnya untuk bersama-sama mengimbau masyarakat tidak melakukan mudik Idul Adha," ujar Yaqut dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (16/7).


Yaqut menyatakan, imbauan serta aturan-aturan yang dibuat pemerintah terkait Idul Adha tahun ini ditujukan menekan transmisi penularan virus SARS-CoV-2.

"Karena kita tau mudik akan memicu penularan. Kita sore ini akan melakukan koordinasi dan mudah-mudahan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat," tuturnya.

Dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama 17/2021, terdapat pembatasan kegiatan Idul Adha di wilayah yang menerapkan PPPM Darurat.

Yaqut menyebutkan, sholat Ied berjamaah di Masjid atau lapangan terbuka untuk sementara ditiadakan. Selain itu, arak-arakan malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha juga dilarang.

Sementara untuk kegiatan qurban, Yaqut meminta masyarakat untuk menyerahkan pemotongan hewan qurban kepada tempat pemotongan hewan.

Adapun jika tempat pemotongan hewan tak bisa menampung, maka diperbolehkan disembelih oleh masyarakat, namun dengan tetap membatasi jumlah orang yang terlibat dan mematuhi protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya