Berita

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa/Net

Dunia

Presiden Ramaphosa: Ada Orang Yang Merencanakan Kerusuhan Dan Penjarahan Di Afrika Selatan

JUMAT, 16 JULI 2021 | 19:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kerusuhan yang diwarnai penjarahan dan kekerasan mematikan di Afrika Selatan selama sepekan terakhir telah direncanakan dan dikoordinir oleh oknum-oknum tertentu.

Demikian yang dikatakan oleh Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa ketika mengunjungi daerah-daerah yang terkena dampak kerusuhan pada Jumat (16/7).

"Yang jelas, semua kerusuhan dan penjarahan ini dilatarbelakangi, ada orang yang merencanakan dan mengkoordinirnya," ujarnya, seperti dikutip Al Jazeera.


"Kami mengejar mereka, kami telah mengidentifikasi sejumlah besar dari mereka, dan kami tidak akan membiarkan anarki serta kekacauan terjadi di negara kami," lanjutnya.

Pemerintah pada Kamis (15/7) mengatakan telah menangkap salah seorang tersangka yang diduga menjadi penghasut kerusuhan. Sementara 11 orang lainnya dalam pengawasan.

Totalnya, ada 2.203 orang yang ditangkap selama kerusuhan karena berbagai pelanggaran, termasuk pencurian.

Dalam kunjungannya, Ramaphosa melihat situasi Kotamadya Ethikwini di provinsi KwaZulu-Natal yang menjadi salah satu daerah yang paling parah dilanda penjarahan. Sedikitnya 117 orang tewas, beberapa ditembak dan lainnya tewas dalam penjarahan.

Ramaphosa mengakui, pemerintahannya telah lambat mengatasi kerusuhan, seharusnya pihaknya bisa bertindak "lebih cepat" untuk mencegah kerusuhan .

Kerusuhan di Afrika Selatan dipicu oleh pemenjaraan pendahulu Ramaphosa, Jacob Zuma. Ia memulai hukuman 15 bulan penjara karena menolak bersaksi untuk penyelidikan korupsi.

Para pendukung Zuma berhamburan di jalan-jalan, sehari setelah pemenjaraannya. Aksi protes kemudian berubah menjadi kerusuhan dan penjaraan.

Pihak berwenang mengerahkan lebih dari 20 ribu personel tentara untuk membantu polisi menghentikan kerusuhan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya