Berita

Mantan Jurubicara Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi/Net

Politik

Adhie Massardi: Ini Yang Paling Menakutkan, Mereka Gagal Tapi Minta Bantuan Asing

JUMAT, 16 JULI 2021 | 10:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang meminta bantuan asing lantaran sebaran harian Covid-19 di tanah air sudah menembus angka 50 ribu kasus dinilai berbahaya bagi bangsa Indonesia.

Mantan Jurubicara Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi bahkan menyebut pernyataan yang disampaikan Luhut tersebut sebagai pesan yang paling menakutkan.

“Ini yang paling menakutkan,” tuturnya kepada redaksi, Jumat (16/7).


Adhie lantas mengurai apa yang dia maksud dengan pesan paling menakutkan.

Menurutnya, pernyataan itu muncul karena kegagalan Luhut sebagai koordinator PPKM Darurat dalam mengatasi sebaran Covid-19 yang mengganas. Sebaran corona justru terus meningkat dan memecahkan angka tertinggi setiap harinya selama PPKM Darurat ditetapkan.

Kegagalan tersebut, sambungnya, terjadi karena mereka yang ditunjuk presiden untuk mengatasi masalah tidak memiliki skill yang mumpuni.

“Mereka gagal karena nggak punya skill atasi krisis,” urainya.

Seharusnya, Luhut Pandjaitan mengakui kegagalan tersebut dan menyatakan mundur. Bukan malah mengundang pihak asing untuk datang memberi bantuan.

Adhie menekankan bahwa masih banyak anak bangsa yang memiliki skill dan kejujuran dalam mengatasi masalah pandemi. Mereka cukup diberi kesempatan untuk tampil memimpin agar pandemi berakhir.

Sementara mengundang bantuan asing, sambungnya, akan berbahaya bagi kelangsungan masa depan bangsa.

Adhie sudah mengingatkan bagaimana dulu penjajah datang ke Indonesia. Mereka menawarkan bantuan dan akhirnya menguasai wilayah tanah air.

“Harusnya mereka mundur, bukan tetap jadi pembesar negara, yang kerja orang asing. Masih banyak anak bangsa yg punya skill dan kejujuran,” ujar Koordinator Gerakan Indonesia Bersih itu.

“Ingat bantuan asing harus dibayar konsesi yang bikin derita rakyat kian berat,” tutup Adhie Massardi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya