Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Tambahan Bantuan

JUMAT, 16 JULI 2021 | 05:39 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

INFORMASI sangat terbatas, sekalipun pada kondisi PPKM Darurat. Bertambahnya bantuan sangat menentukan kemampuan pemerintah untuk menurunkan jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19, yang telah menembus angka 56.757 kasus harian per 15 Juli 2021 dari rasa takut menuju 100 ribu kasus harian di Indonesia.

Serangan menuju puncak yang berkembang sangat cepat dan cakupan luasan distribusi penularan membuat Indonesia berada dalam posisi darurat kesehatan publik yang bersifat kronis.

Kegawatan ini mengundang rasa cemas tentang risiko ledakan gelombang isak tangis kesedihan yang mendalam atas peningkatan korban meninggal dunia dari Covid-19 varian delta.


Pemerintah membagi dua wilayah penanganan Covid-19, yaitu Jawa dan Bali yang ditangani Menkomarinves, dan di luar Jawa Bali yang ditangani Menkoperekonomian. Pertama mewakili reputasi berlatar belakang pensiunan pasukan khusus untuk menurunkan serangan Covid-19 di Jawa Bali. Yang nomor kedua mewakili reputasi berlatar belakang kepemimpinan partai politik. Koalisi keduanya dijadikan strategi kepemimpinan nasional.

Persoalan yang terjadi adalah tambahan bantuan jumlah rumah sakit yang baru di Indonesia sebanyak 106 unit per periode pra-Covid dibandingkan Covid, yaitu tahun 2019-2020.

Pada periode yang sama, tambahan bantuan diperoleh dari 501 unit polikinik baru, 143 unit puskesmas baru, 735 unit puskesmas pembantu yang baru, dan 1292 apotek baru. Artinya, potensi mobilisasi umum bantuan distributor bergantung dari bantuan puskesmas baru dan apotek baru.

Posisi jumlah dokter di Indonesia per tahun 2019 sebanyak 81.011 orang (BPS, 2021). Jumlah perawat sebanyak 345.508 orang. Tenaga kefarmasian sebanyak 62.153 orang.

Itu jumlah personal sebelum serangan Covid-19. Artinya, secara sangat kasar diketahui rasio jumlah dokter terhadap akumulasi jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 posisi 15 Juli 2021 sebesar 2,97 persen.

Implikasinya adalah potensi keberhasilan penanganan Covid-19 sangat bergantung dari pelipatgandaan jumlah perawat.

Singkat kata, garis depan penanganan Covid-19 bergantung dari mobilisasi umum, yaitu pertama untuk melipatgandakan daya dukung dari puskesmas pembantu yang baru berbasiskan penggandaan jumlah perawat. Kedua, untuk melipatgandakan daya dukung apotik yang baru berbasiskan tenaga kefarmasian.

Potensi pesimisme terbesar dari keberhasilan prospek penanganan Covid-19 adalah pelibatan Menkomarinves dan Menkoperekonomian sebagai orang-orang lama, yang telah dilibatkan sejak awal dalam penanganan Covid-19 di Indonesia dari terbentuknya Satgas Covid-19, sekalipun pemerintah menggunakan berbagai manuver reposisi struktur organisasi berupa dinamika periode perpanjangan-perpanjangan penanganan Covid-19.

Namun permintaan bantuan Menkomarinves ke Organisasi Kesehatan Dunia semoga berbeda dampak dibandingkan permintaan bantuan ke IMF waktu periode krisis moneter 1996-1997, yang justru sebagai pintu masuk krisis ekonomi dan terjadi suksesi kepemimpinan nasional berikut aneksasi pembukaan pasar perekonomian untuk pelaku ekonomi global.

Penulis adalah peneliti INDEF dan pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Hamas Sepakat Lucuti Senjata dengan Syarat

Jumat, 23 Januari 2026 | 10:15

DPR Mulai RDPU Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia

Jumat, 23 Januari 2026 | 10:09

Megawati Rayakan Ultah ke-79 di Istana Batu Tulis

Jumat, 23 Januari 2026 | 10:02

Iran Tuding Media Barat Rekayasa Angka Korban Protes demi Tekan Teheran

Jumat, 23 Januari 2026 | 10:02

IHSG Rebound; Rupiah Menguat ke Rp16.846 per Dolar AS

Jumat, 23 Januari 2026 | 09:59

Gaya Top Gun Macron di Davos Bikin Saham Produsen Kacamata iVision Melonjak

Jumat, 23 Januari 2026 | 09:47

Sekolah di Jakarta Terapkan PJJ Akibat Cuaca Ekstrem

Jumat, 23 Januari 2026 | 09:42

Ini Respons DPP Partai Ummat Pascaputusan PTUN dan PN Jaksel

Jumat, 23 Januari 2026 | 09:34

Purbaya Siapkan Perombakan Besar di Ditjen Pajak demi Pulihkan Kepercayaan Publik

Jumat, 23 Januari 2026 | 09:29

Menlu Sugiono: Board of Peace Langkah Konkret Wujudkan Perdamaian Gaza

Jumat, 23 Januari 2026 | 09:17

Selengkapnya