Berita

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno/Net

Politik

Kemenparekraf Kolaborasi Dengan Sejumlah Negara Kembangkan Wisata Halal

KAMIS, 15 JULI 2021 | 23:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Berbagai inovasi dan kolaborasi disiapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengembangkan pariwisata halal di Indonesia guna menciptakan lapangan kerja dan mendukung pemulihan ekonomi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, salah satu inovasi yang bisa dilakukan adalah melakukan adaptasi dengan penggunaan teknologi virtual. Hal itu merujuk pada tren pariwisata virtual yang terjadi selama pandemi.

Sementara kolaborasi dilakukan dengan merangkul berbagai pelaku wisata halal tidak hanya di Indonesia tetapi kuga di kawasan Asia Tenggara.


"Kami sebelumnya berkompetisi dengan Malaysia, Singapura, atau Thailand untuk menarik wisatawan. Namun Covid-19 membuat kita berkolaborasi," kata Sandiaga dalam keterangannya, Kamis (15/7).

Sandiaga mengatakan, tren pariwisata halal terus meningkat belakangan ini berdasarkan peningkatan pengeluaran wisawatan muslim, serta lamanya waktu ketika berwisata.

Untuk itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra akan terus berupaya menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti transportasi, hotel hingga kuliner bersertifikasi di sejumlah destinasi wisata utama seperti Bali dan Labuan Bajo.

Untuk mendukung pariwisata halal di Indonesia, Kemenparekraf juga melaksanakan sertifikasi terhadap para pendamping atau tour guide dan sudah mengikuti perkembangan digitalisasi dan teknologi informasi.

"Pemerintah mendukung ekonomi syariah dengan berkolaborasi dengan berbagai platform. Dengan Konsep gotong royong kita dapat meraih kesempatan pariwisata halal yang lebih baik," demikian Sandiaga.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya