Berita

Foto Mendag M. Lutfi dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia saat melawat ke AS/Net

Politik

Lutfi Dan Bahlil Melawat Ke AS Saat Pandemi Bukti Menteri Jokowi Tidak Punya Sense Of Crisis

KAMIS, 15 JULI 2021 | 21:51 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Melawatnya Menteri Perdagangan M. Lutfi dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dua menteri ke Amerika Serikat mengindikasikan anak buah Presiden Joko Widodo tidak memiliki sense of crisis.

Pengamat politik Universitas Nasional Andi Yusran mengatakan, perilaku dua menteri Jokowi itu menciderai rasa keadilan.

Sebab, saat ini Indonesia tengah menghadapi gelombang pandemi virus corona baru (Covid-19).


"Itu ‘mencederai’ rasa keadilan  publik, betapa tidak, di masa ketika umumnya rakyat Indonesia berjibaku melawan pandemi C-19, ada menteri kabinet yang ‘plesiran’ ke AS," demikian kata Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/7).

Menurut Andi, Presiden Joko Widodo sudah sepatutnya menjelaskan ke publik soal aktivitas plesiran ke luar negeri. Mengingat saat ini seluruh rakyat sedang dibatasi kegiatannya.

"Sejatinya menteri-menteri tetap berada di Indonesia dan membuat kaukus yang merumus dan mengimplementasikan berbagai kebijakan penanganan pandemi covid dan recovery sosial pos pandemi dan bukannya plesiran," pungkas Andi.

Beredar foto dua pembantu Presiden Joko Widodo, yaitu Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia dan Menteri Perdagangan, M. Lutfi tanpa menggunakan masker saat kunjungan ke New York, Amerika Serikat, Rabu (14/7).

Dalam foto juga video pendek yang viral di kalangan terbatas, Bahlil dan Lutfi tampak ditemani oleh Ketua Umum BPP HIPMI, Mardani H. Maming, dan mantan anggota DPR Demokrat, Michael Wattimena.

Mereka berempat tampak sumringah sambil berjalan tanpa menggunakan masker.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya