Berita

Pasukan AS di Afghanistan/Net

Dunia

AS Mulai Evakuasi Warga Afghanistan Dengan Visa Imigrasi Khusus

KAMIS, 15 JULI 2021 | 10:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat akan segera memulai evakuasi warga Afghanistan yang telah mengajukan visa imigrasi khusus karena khawatir dengan situasi di dalam negeri setelah penarikan pasukan asing.

Jurubicara Gedung Putih Jen Psaki pada Rabu (14/7) mengumumkan, evakuasi yang dijuluki Operation Allies Refuge akan dimulai pada pekan terakhir bulan ini.

"Alasan kami mengambil langkah ini karena mereka adalah individu yang berani. Kami ingin memastikan bahwa kami mengakui dan menghargai peran yang telah mereka mainkan selama beberapa tahun terakhir," ujar Psaki, seperti dikutip Reuters.


Psaki sendiri tidak memberikan data spesidik jumlah warga Afghanistan yang mendapatkan visa imigrasi khusus karena alasan operasional dan keamanan. Mereka mayoritas adalah penerjemah dan warga Afghanistan yang bekerja pada AS.

Namun seorang pejabat AS mengungkap, evakuasi awal akan mencakup sekitar 2.500 orang dan kemungkinan akan ditempatkan di fasilitas militer AS. Tetapi keputusan akhir belum dibuat mengenai pangkalan khusus mana yang digunakan menampung mereka.

Diperkirakan, evakuasi awal akan dilakukan menggunakan pesawat sewaan sipil, dan akan mencakup warga Afghanistan yang sedang menunggu aplikasi visa mereka diproses.

Program Visa Imigran Khusus tersedia untuk orang-orang yang bekerja dengan pemerintah AS atau pasukan militer yang dipimpin Amerika selama perang Afghanistan yang dimulai pada tahun 2001. Program serupa tersedia untuk warga Irak yang bekerja dengan pemerintah AS di negara itu setelah tahun 2003. Invasi yang dipimpin Amerika, tetapi tidak ada aplikasi yang diterima setelah September 2014.

Presiden Joe Biden telah menetapkan tenggat waktu 31 Agustus sebagai akhir penarikan pasukan AS di Afghanistan. Setelah AS memulai penarikan pasukannya, pertempuran antara Taliban dan pasukan Afghanistan meningkat.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya