Berita

Pengungsi Rohingya/Net

Dunia

Tolak Resolusi Dewan HAM PBB, Myanmar Tak Akui Istilah Rohingya

KAMIS, 15 JULI 2021 | 09:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintahan militer Myanmar telah menolak resolusi Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (Dewan HAM PBB) terkait rekonsiliasi dengan minoritas Rohingya.

Awal pekan ini, Senin (12/7), Dewan HAM PBB mengadopsi resolusi yang menyerukan dilakukannya dialog dan rekonsiliasi konstruktif serta damai, sesuai dengan kepentingan rakyat Myanmar, termasuk Muslim Rohingya.  

Di dalam resolusi tersebut, Dewan menyuarakan dukungan bagi rakyat Myanmar untuk memberikan aspirasi demokrasi mereka, serta mendesak diakhirinya pertempuran dan permusuhan.


Resolusi yang diinisiasi oleh Bangladesh itu mendapatkan penolakan dari 47 anggota, termasuk China.

Menanggapi resolusi tersebut, Kementerian Luar Negeri Myanmar yang saat ini dikendalikan militer mengeluarkan pernyataan pada Rabu (14/7).

Menurut kementerian, resolusi tersebut didasarkan pada informasi palsu dan tuduhan sepihak.

"Istilah 'Rohingya' yang diciptakan dengan sebuah agenda politik yang lebih luas juga tidak diakui dan ditolak oleh pemerintah," jelas kementerian, seperti dikutip Channel News Asia.

Kementerian menegaskan, Myanmar tidak pernah mengakui Rohingya sebagai etnis kebangsaan di negarannya.

Di Myanmar, Rohingya telah lama dipandang sebagai penyelundup dari Bangladesh dan telah ditolak kewarganegaraannya, haknya, dan aksesnya ke layanan sosial.

Pemimpin militer, Jenderal Min Aung Hlaing, juga telah menolak kata "Rohingya", menyebutnya sebagai istilah imajiner.

Saat ini, lebih dari 700 ribu Rohingya berada di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh, setelah serangan militer pada 2017 di negara bagian Rakhine yang menjadi rumah mereka.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya