Berita

Presiden Iran Hassan Rouhani memastikan bahwa negaranya memiliki kapasitas untuk memperkaya uranium hingga 90 persen/Reuters

Dunia

Rouhani: Iran Punya Kapasitas Memperkaya Uranium Hingga 90 Persen

RABU, 14 JULI 2021 | 21:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Iran Hassan Rouhani memastikan bahwa negaranya memiliki kapasitas untuk memperkaya uranium hingga 90 persen. Angka ini hampir 25 persen kali lebih besar dari tingkat yang ditetapkan dalam Kesepakatan Nuklir Iran atau dikenal juga dengan nama Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) tahun 2015 lalu.

Hal itu diutarakan oleh Rouhani saat berpidato di rapat kabinet pada Rabu (14/7).

Pada kesempatan yang sama, dia menjelaskan bahwa pihak berwenang sedang menjajaki kemungkinan teknologi nuklir mereka, karena Iran tidak lagi terikat pada aturan JCPOA.


“AEOI (Organisasi Energi Atom Iran) dapat memperkaya uranium sebesar 20 persen dan 60 persen dan, jika suatu hari reaktor kami membutuhkannya, dapat menghasilkan 90 persen uranium,” kata Rouhani, seperti dikabarkan Russia Today.

Dia menjelaskan bahwa di masa lalu, kekuatan Barat pernah mencoba untuk menutup situs nuklir Fordow, Iran. Namun kini, fasilitas tersebut justru lebih kuat dari sebelumnya.

Untuk diketahui, Iran merupakan negara yang bekromitmen dengan kesepatan bersejarah JCPOA. Salah satu poin yang dicantumkan dalam kesepakatan itu adalah membatasi kapasitas nuklir Iran.


Akan tetapi, pada tahun 2018, Amerika Serikat di bawah komando Presiden Donald Trump, mundur secara sepihak dari JCPOA. Dia bahkan memberlakukan sanksi keras terhadap Teheran.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya