Berita

Kampanye melawan genosida dan kejahatan kemanusiaan terhadap minoritas Uighur di Xinjiang, China/Getty Images

Dunia

Laporan Tahunan Deplu AS: China Melakukan Genosida Terhadap Minoritas Uighur Di Xinjiang

RABU, 14 JULI 2021 | 08:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) menegaskan kembali bahwa China telah melakukan genosida dan kejahatan kemanusiaan terhadap minoritas Uighur, Kazakh, serta suku asli Xinjiang lainnya yang mayoritas beragama Muslim.

Hal itu disampaikan oleh Departemen Luar Negeri AS dalam laporan tahunannya kepada Kongres mengenai pencegahan genosida dan kejahatan kemanusiaan pada Selasa (12/7).

Laporan itu berisi upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Washington untuk mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan, dan kesejahteraan di dunia dari Juli 2020 hingga Mei 2021.


"Pemerintahan ini akan membela dan melindungi hak asasi manusia di seluruh dunia, serta mengakui kekejaman adalah inti kepentingan keamanan nasional dan tanggung jawab moral," ujar Menteri Luar Negeri Antony Blinken, seperti dikutip di situs resmi Departemen Luar Negeri AS.

"RRC melakukan genosida dan kejahatan kemanusiaan terhadap Uighur, yang mayoritas Muslim, dan anggota kelompok etnis dan agama minoritas lainnya di Xinjiang," tegas Blinken.

Blinken mengatakan, otoritas China telah melakukan kejahatan kemanusiaan, meliputi pemenjaraan, penyiksaan, sterilisasi paksa, dan penganiayaan terhadap minoritas Uighur.

Pada Juli 2020, Departemen Keuangan telah menjatuhkan sanksi pada dua entitas dan enam pejabat pemerintahan China yang terkait dengan pelanggaran HAM serius di Xinjiang.

Kemudian pada Maret 2021, Departemen Keuangan bersama Uni Eropa, Inggris, dan Kanada juga telah memberi sanksi kepada dua pejabat China atas alasan yang sama.

Sejak Juli 2020, AS juga telah menyoroti risiko bisnis dengan entitas yang terlibat dalam pelanggaran HAM di Xinjiang, termasuk kerja paksa. Untuk itu, Menteri Luar Negeri saat itu, Mike Pompeo menunjuk China sebagai "Country of Particular Concern karena pelanggaran berat kebebasan beragama.

Menindaklanjuti kerja paksa di Xinjiang, US Customs and Border Protection mengeluarkan enam Withhold Release Orders (WRO) yang melarang impor barang dagangan tertentu dari Xinjiang.

"Departemen Perdagangan menambahkan 24 entitas RRC tambahan yang terlibat dalam pelanggaran HAM Xinjiang ke dalam Daftar Entitas," lanjut Blinken.

AS juga memberlakukan kebijakan pembatasan visa terhadap pejabat pemerintahan China yang diyakini bertanggung jawab atau terlibat dalam upaya penahanan dan penyalahgunaan minoritas Muslim di Xinjiang.

"Dalam koordinasi dengan mitra internasional, AS mengutuk pelanggaran China di Xinjiang di Dewan HAM PBB dan Majelis Umum PBB," jelas Blinken.

China telah mendapat kecaman internasional karena telah menahan lebih dari 1 juta orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya dalam kamp pendidikan ulang politik di Xinjiang.

Beijing berdalih kamp-kamp tersebut merupakan pusat pendidikan kejuruan yang bertujuan menghilangkan ekstremisme.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya