Berita

Ilustrasi vaksin Moderna/Net

Dunia

Lagi, Amerika Serikat Kirim Bantuan Vaksin Covid Ke Indonesia Hingga 1,5 Juta Dosis

SELASA, 13 JULI 2021 | 20:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Vaksin Moderna yang merupakan bantuan Amerika Serikat untuk penanganan Covid-19 di Indonesia kembali diterima pemerintah.

Jika sebelumnya Negeri Paman Sam mengirimkan 3 juta dosis vaksin Moderna untuk Indonesia,hari ini ada 1,5 juta dosis tambahan yang datang ke tanah air.

Anggota Senat dari Partai Demokrat, Tammy Duckworth mengaku senang mengumumkan kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang mengirimkan 1,5 juta dosis vaksin untuk Indonesia yang tengha menghadapi peningkatan tajam kasus positif dan kematian akibat Covid-19.


"Vaksin ini melengkapi tiga juta dosis yang dikirimkan pekan lalu, tanpa pamrih,tapi berdasarkan pemahaman bahwa tidak ada satu bangsa yang bisa benar-benar aman dari Covid-19 hingga semua bangsa aman," ujar Tammy Duckworth pada Senin (13/7).

Karena itu, Tammy Duckworth mengajak semua pihak untuk bekerja sama menyalamatkan nyawa masyarakat dunia untuk membantu mengakhhiri pandemi Covid-19.

Di samping itu, ia juga memastikan bahwa bantuan Amerika Serikat untuk INdonesia merupakan langkah kerja sama kedua negara dalam menyikapi pandemi Covid-19 yang masih melanda banyak dunia sekarang ini.

Pada Jumat, 10 Juli 2021, di Washington, D.C.,  Tammy Duckworth melaukan pembicaraan dengan Kuasa Usaha Ad-Interim RI untuk Amerika Serikat, Iwan Freddy Hari Susanto, selaku pejabat tertinggi di Kedutaan Besar Indonesia di Amerika Serikat untuk menggarisbawahi komitmen Amerika terhadap kondisi pandemi yang dihadapi masyarakat Indonesia.

Keduanya mendiskusikan upaya berlanjut dari pemerintah Amerika Serikat untuk meningkatkan bantuan bagi tanggap Covid-19 Indonesia yang lebih luas lagi.

Mislanya saja mengenai bantuan langsung Amerika Serikat untuk penanganan Covid-19 di Indonesia dengan memberikan dana sebesar lebih dari 14,5 juta dolar Amerika Serikat.

Dana itu diberikan untuk membantu program vaksinasi masyarakat Indonesia dengan cepat dan aman.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya