Berita

Juru bicara kementerian luar negeri Vietnam Le Thị Thu Hang pada konferensi pers hari Kamis di Ha Noi/Net

Dunia

Vietnam: Sengketa Laut China Selatan Harus Diselesaikan Melalui Proses Diplomatik Dan Hukum

SELASA, 13 JULI 2021 | 14:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Le Thi Thu Hang mengatakan bahwa sikap negaranya terkait penyelesaian sengketa di Laut China Selatan tetap jelas dan konsisten.

Pernyataan tersebut muncul saat Hang menanggapi pertanyaan wartawan tentang komentar Vietnam pada peringatan lima tahun sejak Pengadilan Arbitrase Permanen (PCA) mengeluarkan putusannya tentang masalah LCS dalam sengketa wilayah antara Filipina dan China pada 12 Juli 2016 pada Senin (12/7) waktu setempat.

Keputusan itu menegur klaim ekspansif China yang dikenal sebagai sembilan garis putus-putus di sebagian besar Laut China Selatan.


"Vietnam selalu mendukung penyelesaian sengketa mengenai kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksi di Laut Timur (LCS) melalui proses diplomatik dan hukum, tanpa penggunaan kekuatan atau ancaman untuk menggunakan kekerasan, dan dengan solusi dan tindakan damai, sesuai dengan Piagam PBB dan Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS)," kata Hang, seperti dikutip dari Vietnam Plus, Selasa (13/7).

"Sebagai penandatangan UNCLOS dan negara pantai di Laut Timur, Vietnam menyerukan kepada semua pihak terkait untuk menghormati dan mewujudkan kewajiban hukum mereka sebagaimana diatur dalam konvensi, bekerja sama dan secara aktif dan pragmatis berkontribusi untuk menjaga perdamaian, stabilitas, keamanan, keselamatan dan kebebasan navigasi dan penerbangan, dan ketertiban di Laut Timur sesuai dengan hukum internasional," ujarnya.

Hang juga menegaskan kembali sikap Vietnam tentang kedaulatannya atas kepulauan Hoàng Sa (Paracel) dan Trường Sa (Spratly), juga perairan di mana Vietnam memiliki kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksi sebagaimana didefinisikan dalam konvensi.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

DPR Dorong Pemerataan APBN Demi Daerah 3T Tidak Tertinggal

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:50

Utut Adianto Ngarep PDIP Tidak Ditinggalkan dalam RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:20

Dasco Pastikan Tak Akan Tinggalkan Fraksi PDIP di RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:50

Pidato Prabowo Bukti Pemerintah Berada di Jalur yang Benar

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:23

Purbaya: Pajak Karbon Motor BBM Masih Dikaji, Belum Final

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:57

Prabowo Pilih Guyur Insentif Motor Listrik Ketimbang Perbesar Subsidi BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:45

Perkuat Pasar Muslim Jelang Libur Akhir Tahun, Taiwan Bidik Wisatawan RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:14

RUU Daerah Kepulauan jadi Kado Puluhan Juta Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:59

Pidato Kenegaraan Prabowo Tunjukkan Kejelasan Arah Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:31

Status Tim Penyelesaian Sengketa Internal PPP Dinilai Cacat Hukum

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:07

Selengkapnya