Berita

Bukayo Saka setelah gagal mengeksekusi adu penalti melawan Italia pada Senin, 12 Juli 2021/Net

Dunia

Rasisme Terhadap Pesepakbola Inggris, Instagram Ogah Hapus Komentar Tak Sopan

SELASA, 13 JULI 2021 | 12:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kasus rasisme yang dialami tiga pesepakbola tim nasional Inggris belum berakhir. Saat ini warganet dibuat heran dan marah dengan tanggapan Instagram yang enggan menindaklanjuti komentar rasis tersebut.

Setelah gagal mengeksekusi adu penalti dalam laga final Euro 2020, tiga pemain kulit hitam dari tim nasional Inggris menjadi target serangan rasisme di media sosial.

Akun media sosial Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka dilaporkan menjadi sasaran komentar rasis setelah Inggris kalah dari Italia dengan skor 3-2.


Sejumlah pihak kemudian mendesak platform media sosial untuk mengambil tindakan, seperti menghapus komentar dan menangguhkan akun yang tidak sopan.

Facebook dan Twitter mengatakan mereka berusaha keras untuk menghapus komentar rasis tersebut. Tetapi banyak pengguna melaporkan Instagram menolak untuk menghapus sejumlah komentar.

Mengutip beberapa pengguna, The Daily Mail memuat Instagram tidak menganggap serius laporan rasisme. Bahkan Instagram tidak mengklasifikasikan emoji monyet dan N-Word atau istilah bekonotasi negatif sebagai rasis.

"Saya telah menghabiskan satu jam hari ini untuk melaporkan akun rasis. Tapi menurut Instagram, emoji monyet dan N-Word tidak apa-apa," ungkap seorang pengguna bernama Emily May.

"Instagram mengatakan bahwa komentar "pisang", "kera", dan "monyet" di foto Saka tidak bertentangan dengan pedoman komunitas," ujar yang lainnya.

Sementara itu, pihak Instagram mengatakan, emoji monyet yang digunakan dalam kasus ini merupakan pelanggaran dan mereka akan berusaha untuk menghapusnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan sejumlah pejabat lainnya telah menyatakan kekecewaan dan mengecam tindakan rasisme yang dialami tiga pesepakbola Inggris.

"Tim Inggris ini pantas dipuji sebagai pahlawan, bukan dilecehkan secara rasial di media sosial. Mereka yang bertanggung jawab atas pelecehan yang mengerikan ini seharusnya malu pada diri mereka sendiri," ujar Johnson.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya