Berita

Pakar komunikasi politik, Hendri Satrio/Net

Politik

Gemas Dengan Luhut, Hendri Satrio Siap Ajari Komunikasi Menyejukkan Tanpa Arogansi

SELASA, 13 JULI 2021 | 02:43 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Gaya komunikasi Koordinator PPKM Darurat, Luhut Binsar Pandjaitan saat berbicara soal kondisi Covid-19 di Tanah Air membuat pakar komunikasi politik Hendri Satrio gemas.

Menurut Hensat, sapaan Hendri Satrio, pernyataan Luhut yang akan menunjukkan data penanganan Covid-19 di depan muka para pengkritik terkesan arogan.

"Pak Luhut, saya mau deh sharing ke Bapak tentang how komunikasi dengan rakyat pakai cara menyejukkan tanpa show off bahwa Bapak Pejabat yang sangat berkuasa," kata Hendri Satrio dikutip dari akun Twitter pribadinya, Senin (12/7).


Sebagai pejabat negara, sepatutnya gaya komunikasi Luhut diubah menjadi lebih santun, apalagi kepada rakyat.

"Jadi bukan komunikasi arogansi," lanjutnya.

Bahkan sembari berkelakar, Hensat mengaku siap mengajari Luhut berkomunikasi dengan baik tanpa iming-iming jabatan.

"Gak kok, nanti abis sharing, saya enggak usah disiapin kursi komisaris, beneran deh," tutupnya.

Baru-baru ini, Luhut memastikan bahwa kondisi Covid-19 di Indonesia baik-baik saja meski kasus secara nasional terus meningkat. Bahkan Luhut siap memberi data di depan masyarakat terkait klaimnya tersebut.

Namun belakangan, pernyataan Luhut menjadi sorotan publik lantaran menggunakan diksi yang tak biasa.

"Jadi yang bicara tidak terkendali itu bisa datang ke saya, nanti saya tunjukkin ke mukanya bahwa kita terkendali, jadi semua kita laksanakan," kata Luhut seperti dalam akun YouTube Sekretariat Presiden.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya