Berita

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel turun langsung ke salah satu lokasi di mana aksi protes mulai terjadi, yakni San Antonio de los Baños/Repro

Dunia

Aksi Protes Ditunggangi Oportunis, Presiden Kuba Ajak Warga Melawan Dengan Turun Ke Jalan

SENIN, 12 JULI 2021 | 22:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kuba tengah mengundang sorotan dunia lantaran aksi unjuk rasa besar-besaran yang terjadi akhir pekan kemarin.

Mengutip Al Jazeera, ribuan orang turun ke jalan untuk melakukan aksi protes anti-pemerintah. Mereka dikabarkan memprotes penanganan pandemi Covid-19 serta mengkritisi masalah ekonomi yang memburuk.

Aksi tersbeut digambar-gemborkan oleh sejumlah media asing sebagai aksi protes terbesar yang pernah terjadi dalam beberapa dekade terakhir di Kuba.


Padahal, yang terjadi adalah aksi protes ditunggangi pihak tidak bertanggungjawab yang hendak menggangu stabilitas Kuba. Selain itu, kerumunan massa yang turun ke jalan sebenarnya bukan hanya pengunjuk rasa yang anti-pemerintah, melainkan juga pengunjuk rasa pro-pemerintah.

Lantas apa yang sebenarnya terjadi?

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel turun langsung ke salah satu lokasi di mana aksi protes mulai terjadi, yakni San Antonio de los Baños, yang terletak sekitar 50 Km di sebelah barat Havana pada akhir pekan kemarin (Minggu, 11/7).

Mengutip liputan yang diunggah TeleSUR English di akun YouTube resminya, Diaz Canel menjelaskan bahwa situsi yang tengah terjadi adalah ada sekelompok warga yang memang menyuarakan aksi protes. Namun sayangnya aksi mereka dimanfaatkan oleh "oportunis" yang mencoba mengganggu stabilitas Kuba dengan membesar-besarkan protes dan "revolusi". Bukan hanya itu, kata Diaz Canel, aksi tersebut pun ditunggangi oleh kepentingan asing.

"Protes melibatkan banyak warga revolusioner yang menginginkan penjelasan untuk situasi saat ini di negara ini, tetapi juga terkontaminasi oleh kelompok oportunis yang mengambil keuntungan dari krisis saat ini untuk merusak ketertiban dan menghasilkan kekacauan," kata Diaz Canel.

Dia juga menyebutkan bahwa penghasut utama protes ini tidak menginginkan perubahan positif bagi Kuba tetapi perubahan rezim untuk memaksakan model neoliberal, model yang sama yang telah mencegah ribuan orang mengakses sarana yang sangat diperlukan untuk bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19.

"Jika mereka ingin memiliki sikap yang baik dengan Kuba jika mereka ingin membantu rakyat Kuba, angkat blokade," tambahnya.

Secara eksplisit dia bahkan menunjuk hidung Amerika Serikat yang juga dinilainya mengambil peran di balik aksi protes terbaru.

"Jangan sampai mereka (oportunis) menjual (Kuba) kepada pemerintah Amerika Serikat. Jangan biarkan strategi subversi dan ideologi ini memprovokasi stabilitas warga Kuba," tegasnya.

Karena itulah, dia menyerukan agar warga Kuba melawan benih ketidakstabilan ini dengan cara turun ke jalan dan menghadapi kelompok oportunis tersebut.

"Kita akan membalas dengan respon revolusioner. Maka dari itu kita di sini menyerukan seluruh warga Kuba untuk turun ke jalan, ke setiap wilayah di mana provokasi ini mengambil tempat. Hadapi mereka dengan keberanian," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama dia juga memastikan bahwa penanganan pandemi Covid-19 di Kuba berjalan dengan baik dan program vaksinasi pun berjalan sesuai rencana.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya