Berita

Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama/Net

Politik

Ketum KNPI: Vaksin Berbayar Lebih Parah Daripada Zaman Penjajahan

SENIN, 12 JULI 2021 | 14:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Program vaksinasi berbayar yang telah ditunda oleh Kimia Farma mendapat kritik keras dari Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI). Rencana itu, sekalipun sudah ditunda, dianggap tidak masuk dalam akal sehat.

Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama mengurai bahwa saat ini rakyat sedang kesusahan akibat pandemi Covid-19. Tidak hanya kesehatan, sektor ekonomi rakyat juga sedang kelimpungan.

Rencana vaksin berbayar, menurutnya, telah melukai hati rakyat.


"Saat ini rakyat sedang susah, kok kita disuruh bayar untuk vaksin. Masak BUMN jualan di tengah pandemi yang tidak kunjung selesai. Ini lebih parah dari zaman penjajahan, di mana rakyat susah untuk cari makan," katanya kepada wartawan, Senin (12/7).

Secara tegas, Haris meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengevaluasi kebijakan Kimia Farma ini secara menyeluruh. Sebab, kebijakan itu tidak pro pada rakyat kecil.

Haris ingin pemerintah fokus dalam memprioritaskan keselamatan rakyat di tengah pandemi. Vaksinasi harus digalakkan secara masif dan gratis agar tercipta kekebalan komunal. Sehingga, Indonesia bisa seperti negara-negara maju lain yang sudah lebih dulu mendeklarasikan menang melawan corona.

"Sudah berapa uang negara habis untuk menangani pandemi. Coba lihat di Amerika, Joe Bidden sudah mendeklarasikan menang terhadap Covid dan tidak lagi memakai masker," tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya