Berita

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun/Net

Politik

Ubedilah Badrun: Cara Kerja Erick Thohir Bisa Benarkan Julukan Jokowi King Of Lip Service

MINGGU, 11 JULI 2021 | 12:24 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sikap para menteri yang tidak sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo dianggap semakin membenarkan julukan "The King of Lip Service".

Kesimpulan itu disampaikan analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun menanggapi adanya perbedaan sikap dari Menteri BUMN Erick Thohir dengan lembaga pemerintah dan arahan Presiden Jokowi.

Ubedilah mengurai bahwa pada awalnya, dia memberi apresiasi tinggi pada Erick Thohir. Namun demikian, sejak Erick Thohir mengklaim Ivermectin sudah mendapat izin BPOM untuk obat terapi Covid-19 dan akan diproduksi 4 juta lebih, apresiasinya ditarik kembali.


Sebab ternyata Kepala BPOM, Penny K. Lukito menegaskan bahwa hingga kini izin edar dari BPOM untuk Ivermectin adalah sebagai obat cacing, bukan untuk terapi Covid-19.

“Sejak saat itu, saya mulai tidak percaya dengan Erick Thohir," ujar Ubedilah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (11/7).

Meski masih dalam koordinasi dengan BPOM dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kata Ubedilah, Erick Thohir sudah mengklaim bahwa Indofarma tengah menggenjot produksi ivermectin dari kapasitas saat ini 4,5 juga tablet per bulan menjadi 13,8 juta tablet per bulan pada Agustus 2021.

"Cara kerja seperti ini justru menimbulkan kecurigaan banyak pihak," kata Ubedilah.

Tak sampai di situ kata Ubedilah, saat ini muncul langkah Erick Thohir yang mengundang tanya besar soal jualan vaksin eceran di klinik Kimia Farma. Sebab, hal tersebut bertentangan dengan ketegasan Presiden Jokowi yang memastikan vaksin Covid-19 gratis.

Di mana, harga pembelian vaksin ditetapkan sebesar Rp 321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis. Artinya, setiap individu yang memerlukan dua dosis vaksin perlu merogok uang sebesar Rp 643.320 untuk dosis vaksin dan Rp 235.820 untuk pelayanan vaksinasi, totalnya Rp 879.140.

“Padahal di sisi lain presiden menggembor-gemborkan vaksin gratis! Bohong lagi ini presiden. Cara kerja Erick ini bisa membenarkan kritik BEM UI bahwa Presiden sebagai The King of Lip Service. Ini yang salah Erick Thohir atau Jokowi ya?” tutupnya.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya