Berita

Pengamat Penerbangan, Alvin Lie/Net

Politik

48 Penumpang Pesawat Positif Covid-19, Alvin Lie Ungkap Sumber Masalahnya

SABTU, 10 JULI 2021 | 00:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Temuan soal 48 orang positif Covid-19 saat mendarat di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado harus menjadi bahan evaluasi pemerintah terkait syarat-syarat penerbangan di tengah pandemi Covid-19.

Menurut pengamat penerbangan Alvin Lie, kasus temuan puluhan penumpang positif yang berasal Pulau Jawa, Pulau Irian, dan Pulau Bali tersebut karena mekanisme tes Covid-19 yang terlalu jauh dari waktu keberangkatan penerbangan.

"Sumber masalah adalah jeda antara waktu pengambilan sampel tes dengan waktu keberangkatan," kata Alvin Lie kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (9/7).


Di masa PPKM Darurat seperti saat ini, calon penumpang disyaratkan melakukan tes swab/PCR 2 X 24 jam sebelum keberangkatan. Bahkan di beberapa maskapai mencantumkan syarat tes swab/PCR hingga 7 X24 jam dari luar Papua tujuan Timika, hingga intra-Papua di Nabire.

Jeda tes Covid-19 tersebut dinilai masih berpotensi bagi calon penumpang terinveksi Covid-19 meski sudah menjalani tes swab/PCR.

"Ada antara satu sampai dengan dua hari, tapi penumpang masih bebas mobilitasnya. Jadi walau saat tes negatif, bisa saja positif saat berangkat," jelas Alvin Lie.

Hal tersebutlah yang terjadi di Bandara Internasional Sam Ratulangi, di mana penumpang yang berasal dari Pulau Jawa, Pulau Irian, dan Pulau Bali ditemukan dalam kondisi positif Covid-19 meski telah menyertakan dokumen PCR.

"Idealnya, tes pada hari keberangkatan. Usai tes, langsung masuk ruang isolasi hingga saatnya berangkat. Tapi untuk ideal tersebut butuh banyak ruang isolasi dan kapasitas tes yang besar," tandas Alvin Lie.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya