Berita

Wakil Presiden Maruf Amin/Net

Politik

Siapa Bilang King of Silent, Wapres Maruf Amin Minta Ulama Jaga Umat Dari Wabah

JUMAT, 09 JULI 2021 | 08:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bantuan ulama sangat dibutuhkan pemerintah dalam rangka menjaga umat dari penyebaran virus corona, termasuk juga dari sebaran informasi bohong atau hoax yang beredar di tengah pandemi.

Permintaan bantuan kepada ulama tersebut disampaikan langsung Wakil Presiden Maruf Amin dalam sebuah video konferensi saat dirinya menerima Pengurus Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (Jatman).

"Saya mohon bantuan para ulama untuk menjaga diri dan umat dari wabah, dalam rangka himayatul ummah (menjaga umat) dan juga hifdzun nafs (menjaga jiwa), karena ini menjadi kewajiban kita semua,” katanya lewat keterangan tertulis yang diterima Jumat (9/7). Pernyataan Maruf Amin ini sekaligus membuktikan bahwa dirinya bukan King of Silent seperti yang disebut kelompok mahasiswa.


Wapres lantas menukil hadist nabi yang gamblang menjelaskan bahwa menjaga hati bersih penting sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul.

Rasulullah, kata Maruf Amin, pernag mengatakan bahwa di dalam tubuh manusia ada segumpal darah. Jika hatinya bersih, makanya semuanya baik. Jika rusak, menjadi rusak semua.

“Oleh karena itu, ini penting di dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang ingin kita bangun, di samping tentu memiliki keterampilan yang lain, tetapi intinya ada pada hati yang bersih," ujarnya.

Secara khusus, Maruf Amin menekankan bahwa ada dua hal penting yang harus diperhatikan, yaitu pandemi Covid-19 dan berseliwerannya informasi bohong yang dapat menimbulkan kebingungan di masyarakat.

"Kyai-kyai, ulama-ulama rabbaniyyin yang awas-awas itulah yang kita butuhkan, yang bisa kontak langsung dengan Allah, yang sudah bisa menerima ilham-ilham, ini yang diperlukan sekarang. Dan, memang Allah memerintahkan kepada kita agar mengajak masyarakat supaya cermat untuk memilah, harus tabayyun dulu,” pungkasnya.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya