Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin/Repro

Politik

Isu Pengkhiatan Menteri Muncul Untuk Tutupi Penanganan Covid-19 Yang Amburadul

KAMIS, 08 JULI 2021 | 15:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Isu adanya menteri yang bakal mundur di tengah situasi gawat darurat akibat pandemi ini menyita perhatian masyarakat. Isu tersebut dilontarkan mantan elite Partai Gerindra, Arief Poyuono.

Dalam pandangan pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, isu tersebut muncul untuk menutup kinerja pemerintah yang berantakan dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.

"Jadi isu itu untuk menutupi penanganan Corona yang amburadul,” ucap Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (8/7).


Menurutnya, sejauh ini belum pernah ada menteri yang mengundurkan diri dari jabatannya. Yang ada hanyalah reshuflle kabinet.

"Kan di kita itu tak ada tradisi mundur dari menteri. Walapun kinerjanya amburadul tak ada yang mundur,” jelas Ujang.

Untuk itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini mengaku tidak dapat memprediksi siapa yang bakal angkat kaki dari kursi menteri.

Pun menyatakan kalau isu yang digelontorkan Arief Poyuono tersebut belum tentu benar.

"Saya belum tahu. Bisa dari Gerindra bisa juga bukan. Dan apa yang diucapkan AP juga belum tentu benar. Bisa juga hanya untuk menutup isu persoalan Covid-19 yang terus memakan banyak korban dari rakyat Indonesia,” demikian Ujang Komarudin.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya