Berita

Penelitian di Singapura menemukan, vaksinasi lengkap Covid-19 penuh mampu memberikan perlindungan hingga 69 persen terhadap infeksi virus corona varian Delta/Net

Dunia

Penelitian Di Singapura: Vaksinasi Covid-19 Lengkap Bantu Perlindungan 69 Persen Terhadap Infeksi Varian Delta

RABU, 07 JULI 2021 | 15:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Vaksinasi lengkap Covid-19 penuh mampu memberikan perlindungan hingga 69 persen terhadap infeksi virus corona varian Delta.

Begitu bunyi penelitian yang dilakukan Singapura baru-baru ini yang diumumkan oleh Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung pada Rabu (7/7). Dia menjelaskan bahwa penelitian itu dilakukan oleh Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) dan Kementerian Kesehatan Singapura

Penelitian tersebut menemukan bahwa vaksin Covid-19 memberikan perlindungan 69 persen terhadap infeksi oleh virus corona varian Delta, terlepas dari gejalanya.


“Efektivitas vaksinasi terhadap penyakit Covid-19 yang parah, membutuhkan suplementasi oksigen, perawatan ICU (unit perawatan intensif) atau kematian mencapai 93 persen,” tambahnya.

Ong menjelaskan, temuan ini akan disampaikan untuk publikasi internasional dan merupakan kontribusi Singapura untuk pemahaman varian Delta dan vaksin.

Di Singapura sendiri, antara kasus lokal yang dilaporkan sejak 11 April tahun ini, hanya 1 persen dari mereka yang divaksinasi yang membutuhkan oksigen, dan tidak ada yang dirawat di ICU.

Diketahui bahwa saat ini ada sekitar dua pertiga penduduk Singapura yang telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19. Diharapkan pada akhir Juli ini, setengah populasi Singapura akan mendampatkan vaksinasi penuh.

“Dalam beberapa hari mendatang, atau satu atau dua minggu, kami akan memenuhi cakupan dosis pertama kami, yang berarti tujuan kami untuk memberikan perlindungan yang baik kepada sebanyak mungkin orang, tujuan itu akan tercapai,” kata Ong.

“Kami tidak lagi terkendala oleh pasokan, bahkan kami memiliki kapasitas untuk memberikan lebih banyak dosis," tekannya, seperti dikabarkan Channel News Asia.

Ong juga mengutip sebuah penelitian di Inggris yang mengatakan bahwa perlindungan vaksin dari penyakit simtomatik akibat varian Delta adalah 35 persen dengan satu dosis vaksin. angka itu meningkat hingga 79 persen dengan dua dosis suntikan vaksin.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya