Berita

Ilustrasi vaksin/Net

Pesan Kunci

Survei Median: Mantan Pendukung Prabowo Paling Tak Percaya Vaksin

RABU, 07 JULI 2021 | 11:53 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Lembaga survei Median melakukan survei di media sosial terkait penanganan Covid-19 kepada netizen. Fakta menarik ditemukan salah satunya terkait rendahnya tingkat kepercayaan mantan pendukung Prabowo terhadap vaksin akibat adanya pembelahan politik.

"Mantan pemilih Prabowo-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 lalu lebih sedikit yang percaya terhadap vaksin yakni hanya 35,7 persen ketimbang pemilh Jokowi-Maruf Amin sebesar 62,2 persen yang percaya," kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun dalam memaparkan survei via daring, Rabu (7/7).

Begitu juga, sambung Rico, keinginan mantan pendukung Prabowo-Sandiaga Uno untuk mendapatkan vaksin sangat sedikit jumlahnya hanya 48 persen dibanding pemilih Jokowi-Maruf amin sebesar 67 persen.


"Mantan pemilih Prabowo yang tidak ingin divaksin 32 persen jumlahnya lebih besar ketimbang pendukung Jokowi-Maruf hanya 17,1 persen yang tidak ingin divaksin," pungkas Rico.

Survei ini dilakukan dengan rancanagan Non Probability Sampling. Adapun kuisioner berbasis google form yang disebarkan melalui media sosial Facebook dengan target pengguna aktif Facebook berusia 17-60 tahun.

Pertanyaan disebar secara proporsional terhadap populasi dan tersebar di akun Facebook di 34 Provinsi. Survei dilakukan 21 sampai 26 Juni 2021.

"Hasilnya terkumpul sebanyak 1.089 responden yang tersebar di 32 Provinsi," tandas Rico.

Rico mengatakan, hasil survei ini dimaksudkan untuk menggali persepsi pengguna media sosial Facebook di Indonesia. Dikarenakan sampel adalah pengguna media sosial, maka survei ini tak dimaksudkan untuk memberi gambaran persepsi populasi secara keseluruhan.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya