Berita

Ketua Tim Peduli Covid-19 MUI Pusat, Ikhsan Abdullah/Repro

Politik

Negara Lain Terapkan Hadist Rasulullah Berhasil Atasi Covid-19, MUI Heran Indonesia Tak Kunjung Melandai

RABU, 07 JULI 2021 | 01:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Beberapa negara sukses menghadapi wabah pandemi Covid-19 karena mengikuti Hadist Nabi Muhammad SAW tentang larangan bagi manusia melakukan perpindahan tempat di saat suatu wilayah terkena wabah.

Begitu yang disampaikan Ketua Tim Peduli Covid-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ikhsan Abdullah di acara diskusi virtual Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk "PPKM Darurat: Macet Di Penyekatan" yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa sore (6/7).

"Ada beberapa data yang mengemuka, di negara-negara kawasan Asia, itu kecenderungan covidnya sudah melandai, bahkan Singapura itu sudah tinggal agak landai sampai sekali. Kematian itu atau kasus covidnya cuma dua orangnya sehari, kasus kematiannya ya, mungkin kalau kematian sudah zero," ujar Ikhsan.


Tak hanya itu kata Ikhsan, dibeberapa negara di Asia seperti di Kamboja, Timor Leste, Thailand bahkan Malaysia juga sudah melandai.

"Kenapa kemudian Indonesia ini loh gak landai-landai. Eropa juga sudah landai Eropa barat sampai Eropa timur. Jadi sudah pada landai, kok Indonesia masih menduduki posisi tinggi dengan penambahan angka per kemarin itu 27 ribu. Nah ini kan dahsyat ini. Gak turun-turun, bukannya turun tapi naik kecenderungannya," jelas Ikhsan.

Hal tersebut kata Ikhsan, menjadi tanda tanya. Sehingga, harus dilakukan evaluasi. Salah satunya, masyarakat juga mempunyai kewajiban dengan ikhtiar pemerintah dengan kebijakan PPKM Darurat.

"Tapi jangan lupa juga, kita mengingatkan kepada pemerintah sekaligus ya, MUI sebagai mitra pemerintah juga menasihatkan agar kalau warga negara kita dibatasi pergerakannya dari daerah ke daerah, wilayah ke wilayah, ya dari hulunya itu juga dibatasi, tidak boleh orang masuk dari luar negeri," terang Ikhsan.

Karena menurut Ikhsan, upaya pemerintah menekan angka penyebaran Covid-19 akan sia-siap jika hanya hilirnya yang dibatasi, tetapi hulunya masih dibuka.

"Ini kan sesuatu hal yang berbahaya yang harusnya ditutup. Bahkan Hadist Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori Muslim jelas, kita tidak atau kita jangan memasuki daerah yang sedang kena wabah, dan meninggalkan daerah kita yang sedang dilanda wabah," tutur Ikhsan.

Bahkan sambung Ikhsan, ada negara-negara yang menerapkan Hadist Rasulullah SAW. Hasilnya, Covid-19 dapat ditekan.

"Ternyata negara- yang nerapkan ini sejak awal itu sukses, sebut saja misalnya Korea Selatan, Taiwan, di Amerika misalnya Kanada, bahkan di pintu masuk di Kanada itu di berbagai negara antara negara bagian dengan negara bagian itu disebutkan disitu, kalau bahasa arabnya, ini loh bunyinya, jangan kalian memasuki daerah yang sedang kena wabah, dan jangan kalian meninggalkan daerah yang sedang terkena wabah," jelas Ikhsan.

Ikhsan pun merasa heran, negara Indonesia yang merupakan penduduknya mayoritas beragam Islam tidak mengikuti Hadist Rasulullah tersebut.

"Kita di Indonesia ini beradu debat terus gak selesai, kata pemerintahnya begini, masyarakatnya begitu. Pemerintah maunya ini, masyarakat mau itu. Rupanya disini, kekurangteladanan atau kurangnya uswah contoh suri tauladan dari pemerintah dan dari masyarakat," tutur Ikhsan.

"Apa buktinya? Di saat-saat kita masih pandemik, banyaknya menggelar pesta, banyaknya menggelar pilkada termasuk di dalamnya memberi kontribusi. Jangan sampai masyarakat aja yang dituduh," sambung Ikhsan menutup.

Dalam acara diskusi yang dipandu oleh Ruslan Tambak selaku Pemimpin Redaksi RMOL.id, juga hadir satu narasumber lainnya. Yaitu, analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya