Berita

Seruan lockdown di Bangladesh/Net

Dunia

Kasus Covid-19 Di Wilayah Perbatasan Dengan India Masih Tinggi, Bangladesh Perpanjang Lockdown

SENIN, 05 JULI 2021 | 22:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Bangladesh telah memperpanjang pemberlakuan lockdown hingga 14 Juli karena masih tingginya kasus Covid-19, khususnya yang disebabkan virus corona varian Delta yang sangat menular.

Pada Minggu (4/7), Bangladesh melaporkan 153 kematian harian Covid-19, sehingga totalnya menjadi 15.065 kematian. Itu merupakan kematian harian terbesar sejak pandemi Covid-19 dimulai.

Akibat tingginya penularan, rumah sakit-rumah sakit di Bangladesh mulai kewalahan, terutama mereka yang berada di daerah yang berbatasan dengan India. Di sana juga pertama kali ditemukan varian Delta untuk pertama kalinya.


Untuk menghentikan lonjakan kasus, pemerintah telah memberlakukan satu pekan lockdown yang dimulai pada Kamis (1/7).

Dikutip dari Channel News Asia, semua pembatasan telah diperpanjang. Namun pabrik diizinkan beroperasi dengan mematuhi protokol kesehatan, dan semua kantor serta transportasi tetap tutup kecuali pengangkut barang penting dan ambulans.

Sementara itu, sejauh ini, Hanya 3 persen dari 170 juta penduduk Bangladesh yang telah divaksinasi.

Bangladesh telah menerima 2,5 juta dosis vaksin Moderna dari Amerika Serikat (AS) di bawah skema pembagian global COVAX dan 2 juta dosis vaksin Sinopharm dari China.

Program vaksinasi Bangladesh mengalami hambatan besar setelah India menghentikan ekspor vaksin AstraZeneca sebagai tanggapan atas rekor lonjakan infeksi Covid-19 di dalam negeri.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya